Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 di Sabang Meningkat

SABANG (RA) – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang, Azman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Sabang yang telah ikut berpartisipasi suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum di Kota Sabang.
Sungguh di luar dugaan partisipasi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya mengalami peningkatan yang signifikan dari  pemilu sebelumnya.

 

 

“Dari data yang kita dapatkan sebanyak 89 persen pemilih ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.
Ini merupakan satu prestasi tersendiri bagi relawan demokrasi yang bertugas mengajak masyarakat agar tidak Golput.
Bebeda jauh pada Pemilu di tahun 2014 yang lalu, partisipasi masyarakat yang ikut Pemilu hanya 84 persen, namun berbeda pada Pemilu 2019 sekarang ini meningkat menjadi 89 persen,” ungkap Ketua KIP Kota Sabang, Azman dalam keterangan pers dengan pengurus PWI Kota Sabang, di Refan Cafee.
Dikatakan juga, sukses dan lancarnya pelaksanaan Pemilu di Sabang ini tidak terlepas dari dukungan semua elemen masyarakat Sabang, terutama dari pihak keamanan Polri dan TNI yang sudah mengamankan proses tahapan Pemilu sampai dengan hari ini yang sekarang sudah masuk dalam rekap di tingkat kecamatan.
Selanjutnya, selesai tahapan ini akan dilanjutkan pada rekap di tingkat kabupaten yang secara jadwal batas maksimalnya itu, ada di tanggal 8 Mei 2019.
“Hari ini kita masih menunggu perhitungan di beberapa desa atau gampong sedang melakukan rekap di kecamatan.
Perkiraan kami, untuk Kecamatan Sukakarya, mungkin akan selesai dalam waktu 2 hari ke depan. Sementara untuk Kecamatan Sukajaya, kami perkirakan selesai dalam waktu 2 atau 3 hari ke depan,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, terhadap hasil perhitungan suara, baik itu Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRA, bahkan untuk DPRK belum dapat diumumkan secara resmi.
Karena hasil resmi perhitungan suara ini semua akan diumumkan susuai jadwal penetapan hasil Pemilu.
“Kalaupun sekarang ada hasil perhitungan rekapitulasi suara, itu merupakan hasil dari hitung cepat (Quick Count) dari setiap saksi-saksi partai ataupun lembaga survey yang bersifat sementara, bukan merupakan hasil perhitungan keputusan final.
Pastinya yang berhak menentukan hasil perhitungan suara resmi adalah, lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten/kota.
“Jadi saya ingin menghimbau kepada masyarakat agar mari sama-sama kita menunggu hasil resmi dari KPU RI yang dalam hal ini adalah lembaga yang berkewenangan untuk mengeluarkan hasil Pemilu secara resmi.
Oleh karena itu, tidak perlu terprovokasi dengan berita-berita yang belum bisa di pertanggungjawabkan terhadap kebenarannya.
Kita tunggu saja bersama-sama seluruh tahapan hasil rekapitulasi suara final, yang nanti juga akan dilakukan KIP kabupaten/kota,” himbau Azman.(han)