Husni Thamrin : Susunlah BOKB Sesuai Menu dan Kebutuhan

RIMO (RA) – Sekretaris Kantor Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Thamrin, meminta PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) untuk dapat menyusun dan mengusul BOKB (Biaya Operasional Keluarga Berencana) baik fisik maupun non fisik sesuai kebutuhan dan menu.

Hal itu dikatakan Husni Thamrin saat memberi materi pada kegiatan Fasilitas Sinkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB (termasuk fasilitas e-planning DAK) tingkat kabupaten/kota, Aceh Singkil dan Subulussalam, di Rimo, Aceh Singkil, Senin (29/4).

Kegiatan tersebut diikuti 30 PLKB dari dua daerah yaitu Aceh Singkil dan Subulussalam, selama sehari penuh yang dibuka Sekretaris DP3A dan P2KB Aceh Singkil, Rumadan, dengan pemateri Sekretaris Kaper BKKBN Aceh Husni Thamrin, Kasubbag Perencanaan Dini Ramadani, Kasubbag Keuangan BMN Nifa Arfida.

Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan Bappeda dan Dinas Keuangan Daerah ke dua daerah.

Menurut Sekretaris Kaper BKKBN Aceh, hampir seluruh PLKB di Aceh masih belum mengerti cara penyusun dan mengusulkan BOKB, sehingga perlu dilakukan pertemuan dengan PLKB Aceh Singkil dan Subulussalam, sehingga tatacara pengusulan BOKB dapat disesuaikan aturan.

“Pada pertemuan ini kita ingin sempurnakan mengusulkan BOKB oleh PLKB, sehingga tidak alasan kekurangan dana saat melakukan penyuluhan,” sebut Husni.

Kata Husni, seperti diketahui DAK 2019 Subulussalam Rp1,3 miliar (non fisik) Rp922 juta (fisik) dan DAK Aceh Singkil Rp3,2 miliar (non fisik), Rp495 juta (fisik) dan untuk DAK 2020 perlu diusul kembali supaya BOBK sesuai kebutuhan.

“Ini perlu kita lakukan supaya BOBK dapat berjalan sesuai aturan demi tercapainya berbagai program dan tujuan di Kampung KB, terutama dalam menciptakan generasi emas,” sebutnya.

Sebab, PLKB itu perannya di tengah-tengah masyarakat berpengaruh dalam menciptakan keluarga yang berkualitas, sebab jika berbicara KB, masyarakat masih berasumsi dua anak, padahal program KB itu menjarang kelahiran supaya anak mencukupi asupan gizi dan pendidikan.
“Tujuan kita bagaimana 10 atau 20 tahun kedepan Aceh Singkil dan Subulussalam dapat melahirkan generasi emas.

Tentunya peran PLBK saat diperlukan dengan menyusun anggaran sesuai kebutuhan,” katanya. (bai)