Tender Jembatan Pintu Rime gayo Lues Diprotes

Banda Aceh (RA) Tender proyek APBA 2019 jembatan Pintu Rime Gayo Lues berbatasan dengan Aceh Timur dimenangkan perusahaan PT RK yang diduga bermasalah dari luar Aceh.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan dari Web LPSE Aceh perusahaan itu dimenangkan dengan penawaran tertinggi yakni Rp 17 milyar dari pagu Rp 18 milyar dan berada di urutan ke 4.

Sedangkan PT Raya Cipta Mulia yang sama-sama ikut tender berada di peringkat I dengan penawaran Rp 16 milyar justru kalah dan sudah melakukan sanggahannya ke ULP Aceh beberapa hari lalu.

Saat dikonfirmasi wartawan pemilik perusahaan PT Raya Cipta Mulia kemarin mengakui pihaknya telah membuat sanggahan ke ULP Aceh dan sampai kemarin belum ada jaawaban.

‘Kita harapkan pihak ULP dapat mempertimbangkan kemenangan yang diberikan kepada pemenang yang tidak sesuai prosedur,’ ujarnya.

Seorang pelaku konstruksi di Aceh, Asnawi menjelaskan seharusnya panitia jeli dalam menyeleksi perusahaan dari luar agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

Kalau perusahaan bermasalah maka harus ada surat pengakuan dari pemilik terkait kesanggupan bekerja dan tidak pailit.

Kemudian pekerjaan ini kan di Aceh agar panitia tidak membuat aturan yang berlawanan dengan keppres No 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Begitu juga dengan penawaran dengan angka terendah dan rasional serta dapat dipertanggungjawabkan dan sekaligus menghemat anggaran. Ini juga menjadi pertimbangan bagi panitia.

Ini penting agar mengutamakan perusahaan daerah bisa hidup apalagi anggaran APBA kecuali anggaran pusat APBN. ‘Jangan sampai buya krueng te dong -dong, buya tamong meuraseuki’, kata peribahasa Asnawi.

Sementara Ketua ULP Aceh Pandu yang coba dikonformasi belum menjawab wartawan terkait sanggahan perusahaan dan juga wash app belum dibalas” (imj),