Aceh Besar Gelar Rapat Turun Sawah Tahun 2019

ACEH BESAR (RA) – Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengharapkan agar pada musim tanam Gadu (meugo ruweng) kali ini harus benar-benar ada perencanaan yang matang. Jangan sampai ketika petani sudah tanam malah tidak ada air sehingga tanaman padi dipotong untuk pakan ternak.

“ini harus menjadi perhatian kita, petani tidak salah, tapi pihak kita yang salah karena perencanaan tidak matang,” kata Bupati Aceh Besar saat memberi arahan dalam kegiatan rapat Turun Sawah Musim Tanam Gadu tahun 2019 Kabupaten Aceh Besar, Kamis (2/5).

Bupati Aceh, Mawardi Ali juga menambahkan bahwa untuk bajak tanah dan benih gratis, khusus untuk komoditi Jagung untuk musim tanam tahun 2019. Program ini untuk memotivasi petani untuk menanam jagung.

Bahkan saat ini di Aceh Besar sudah ada pabrik jagung milik pungasaha dari Korea yang berlokasi di Blang Bintang jalan menuju Radar. “Untuk mensukseskan musim tanam ini semua pihak harus terintegrasi, semua harus terlibat mulai dari tingkat Polsek, Koramil hingga penjaga pintu air,” ujarnya.

Bupati kembali menekankan bahwa dinas pertanian Aceh Besar harus mampu mengkoneksikan setiap sumber air dengan luasan hektar sawah yang melakukan penanaman padi.

“Saya akan pantau terus ini, jadi dinas pertanian harus benar-benar dengan perencanaan yang bagus, dan rapat Turun Sawah ini juga harus dilaksanakan sampai ke kecamatan-kecamatan,” kata bupati kepada Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Besar.

Dalam hal tersebut Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar Abdul Gani beserta seluruh bidang dan para penyuluh pertanian telah siap untuk melaksanakan penanaman sesuai lokasi masing-masing daerah. (dir/ra)