Listrik Padam Saat Sahur,PLN Mohon Maaf

Meulaboh (RA)-  Listrik padam saat sedang memasak nasi di rice cooker, Manager PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Meulaboh, meminta maaf kepada umat muslim di Aceh, khususnya Pantai Barat Aceh, karena sampai terjadi pemadaman listrik ketika menjelang waktu makan sahur.
“Mohon maaf atas gangguan yang kurang nyaman ini. Sungguh itu tidak terencanakan. Padahal jauh hari kami dari PLN telah mewanti-wanti agar menghindari adanya pemadaman di bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah ini, ucap , Ediwan Manager PT. PLN Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Meulaboh.

 

Kondisi terpadam arus listrik secara mendadak ini, sebutnya, karena ada terjadi gangguan pada Gardu Induk (GI) di Belawan, sampai penyebabkan terlepasnya jaringan (Trip) di sistem transmisi wilayah Sumbagut atau Sumatera Bagian Utara Aceh. “Imbasnya, beberapa pembangkit tenaga listrik turut mati mendadak,” ujarnya.
Beberapa pembangkit yang sempat padam, adalah PLTU Nagan Raya I dan II Nagan, PLTU Pangkalan SUSU II, PLTGU Belawan, dan PLTG LMPT Belawan, dan PLTD Aki. “Yang jadi masalahnya, padamnya sekitar pukul 03.25 Wib, di saat umat muslim sedang sibuk mempersiapkan menu makanan sahur,” jawab.
Untung saja, sambung Ediwan, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Arun Lhokseumawe dapat kembali cepat menyala hingga arus energi listrik dapat kembali masuk dalam system transmisi dan langsung sinkron dengan jaringan di Aceh. “Hidup PLTG Arun, langsung menyala dahulu kawasan Lhokseumawe sekitar, Langsa, Banda Aceh dan berbarengan dengan wilayah Pantai Barat Aceh. Arus energi listrik benar-benar normal sekitar pukul 05.26 Wib,” pungkasnya.
Menyala keseluruhan sistem jaringan listrik di Aceh ini, berkat dukungan bantuan suplai energi dari sejumlah pembangkit di Sumbagut. “Khusus pembangkit di Aceh, cuma baru PLTG Arun saja yang telah terkoneksi (menyala). Sedangkan PLTU Nagan Raya masih membutuhkan waktu (pemanasan) agar dapat kembali sinkron dengan transmisi,” detil Ediwan.
Terpisah, Dewi (27) Ibu Rumah Tangga (IRT) satu dari seluruh pelanggan PT. PLN di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, sempat mengalami kendala saat akan menyiapkan makanan sahur kepada keluarganya, lantaran ia mengandalkan energy listrik dalam memasak nasi. “Sempat sulit juga. Masak nasi pakai rice cooker. Akhirnya harus masak pakai kompor juga karena listrik padam,” jawabnya.
Kalangan pelanggan sangat memohon kepada PT. PLN agar jangan sampai terulang terjadinya “pemadaman listrik” di saat jam sibuk umat muslim ketika sedang makan sahur. “Sangat terasa sulit kalau lampu padam di jam sibuk ini,” curhatnya.(den)