Merasa Ditipu KIP Aceh Besar Parlok Tuntut Hitung Ulang

KECEWA : Para petinggi Parlok di Aceh Besar duduk bersama, menyampaikan kekecewaan dan merasa ditipu oleh KIP Aceh Besar, di hadapan awak media, Rabu dinihari (8/5). (FOR RAKYAT ACEH)

ACEH BESAR (RA) – Sejumlah partai politik merasa kecewa dengan sikap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar. Pasalnya, lembaga penyelenggara pemilu itu terkesan mengambil keputusan sepihak terhadap penundaan rapat pleno rekapitulasi suara pemilu di tingkat kabupaten, Selasa (7/5).

Adapun partai politik yang menyatakan kekecewaannya terhadap KIP Aceh Besar meliputi; Partai Aceh, PNA, PDA dan Sira. Perwakilan empat partai politik itu telah menyambangi kantor KIP Aceh Besar dan lokasi rapat pleno rekapitulasi suara pemilu pada Selasa malam usai tarawih.

Namun di dua lokasi tersebut tidak ada satu orang pun komisioner atau staff KIP Aceh Besar.

Pimpinan rapat, Cut Agus yang juga Ketua KIP Aceh Besar, dalam rapat pleno yang sempat berlangsung kemarin, telah menyatakan rapat ditunda sementara hingga pukul 22:00 WIB, dan akan dibuka dengan agenda penghitungan suara ulang (PSU) sebagaimana rekomendasi Panwaslih tertanggal 30 April.

Sebelumnya, empat parlok tersebut telah melaporkan sejumlah pelanggaran kepada Panwaslih Aceh Besar. Seperti, adanya dugaan penggelembungan suara di 220 TPS dari 115 gampong di Aceh Besar.

Pelanggaran lainnya yakni, dugaan penambahan jumlah pemilih melebihi DPT dan juga ditemukannya salinan Form C1 dan DA-1 ganda. Atas laporan tersebut, Panwaslih Aceh Besar merekomendasikan penghitungan suara ulang.

Menurut Sekretaris DPW PA Aceh Besar, Bachtiar seharusnya KIP tidak mengingkari apa yang telah diputuskan. Ia juga mempertanyakan penundaan sepihak yang dilakukan oleh KIP. Bachtiar menilai, ada kejanggalan dalam putusan yang diambil KIP. Padahal, Panwaslih telah mengeluarkan rekomendasi.

“Di sinilah kami meyakinkan ini kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif,” sebut Bachtiar pada keterangan pers, Rabu dinihari (8/5).

Senada dengan itu, Ketua Harian PDA, Mufaddhal Zakaria membeberkan bahwa pihaknya telah menyiapkan bukti dan saksi, untuk membuktikan adanya kecurangan yang terstruktur dalam penyelenggaraan Pemilu di Aceh Besar. Pihaknya merasa tertipu.

“Kami merasa ditipu oleh penyelenggara Pemilu KIP kami dijanjikan sore tadi setelah jam istirahat berbuka puasa. Kami dijanjikan akan dilanjutkan pleno di tingkat kabupaten pukul 22:00 WIB yaitu pleno DPRK,” ujarnya.

Kemudian, PNA mendesak KIP menjadwal ulang sidang penghitungan suara. PNA merasa sangat dirugikan atas sikap KIP yang terkesan menunda-nunda.

“Untuk itu kami sepakat dengan kejadian ini kita ingin sampaikan agar ini tidak berulang dan kami akan minta KIP untuk menjadwal ulang putusan KIP sendiri dan kami menuntut KIP untuk melakukan penghitungan suara ulang sebagaimana yang telah diputuskan,” ujar Penasehat PNA Aceh Besar, Irmansyah.

Sementara itu, Wasekjen Partai SIRA, Jufriadi menyampaikan, pihaknya tidak akan menerima seluruh putusan KIP Aceh Besar, hingga rekomendasi Panwaslih dilaksanakan oleh KIP. “Apapun putusan KIP, kita tidak akan menerima sampai banding tersebut diterima,” tegasnya. (icm/min)