Jualan Siang Hari WH Tangkap 2 Penjual Nasi dan 5 Pelanggan

Rakyat Aceh

LANGSA (RA) – Petugas Dinas Syari’at Islam Kota Langsa dan Polisi Wilayatul Hibah (WH) menangkap seorang ibu rumah tangga penjual nasi di siang hari dan lima orang warga lainnya yang sedang makan di siang bolong, Senin (13/5) sekira pukul 12.30 Wib.

Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM menjelaskan, sebelumnya anggotanya juga mengamankan seorang tukang becak di terminal baru kota Langsa sedang berjualan nasi di siang hari kepada orang yang tak berpuasa.

Lebih lanjut menjelaskan, atas laporan masyarakat di sebuah warung gampong Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro seorang wanita berinisial SE (51) warga setempat berjualan nasi di siang hari kepada orang yang tidak berpuasa.

Warungnya tampak dari jauh tertutup, namun ketika kita mendekat warung tersebut nampak pintu terbuka sedikit dan di dalam warungnya kita dapati ada laki laki sedang makan tak berpuasa.

“Warung tersebut kita gerebek, nasi dan semua lauk, makanan dan minuman serta peralatan makan lainya kita amankan bersama yang punya warung berinisial SE (51) warga gampong Geudubang Jawa kecamatan Langsa Baro dan empat orang laki laki yang sedang makan.” Ujar Ibrahim Latif.

Dan Empat laki laki yang kita amankan itu berinisial TR (52), RM (50) dan MR (17) kesemuanya warga Kecamatan Langsa Baro Nasi, makanan dan minuman dan peralatan lainnya kita amankan juga yang jualan serta yang makan kita amankan semua.

Mereka telah melanggar hukum Qanun Aceh nomor 11tahun 2002 Pasal 22 (1) Barang siapa yang menyediakan fasilitas/ peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar’i untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) dipidana dengan hukuman ta’zir berupa hukuman penjara paling lama 1(satu) tahun atau denda paling banyak 3 (tiga) juta rupiah atau hukuman cambuk didepan umum paling banyak 6(enam) kali dan dicabut izin usahanya (2) barang siapa yang makan atau minum ditempat/ didepan umum pada siang hari bulan ramadhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) dipidana dengan hukuman ta’zir berupa hukuman penjara paling lama 4(empat) bulan atau hukuman cambuk di depan umum paling banyak 2(dua) kali.

Sementara yang kita tangkap di terminal baru berinisial SB (40) warga kecamatan Langsa Lama.

Dia berjualan nasi, makanan dan minuman di terminal baru dengan menggunakan becak becak mesin.

Nasinya sudah dibungkus bungkus dan minuman berupa teh dingin dimasukkan dalam plastik dan dijual kepada orang yang tak berpuasa di terminal baru itu. “Mereka kita proses sesuai dengan qanun Aceh nomor 11 tahun 2011” imbuhnya.(ris/slm)