Mahasiswa dan Pemuda Demo PTPN I Aceh

Peserta demo meminta Direktur PTPN I Aceh memberi klarifikasi. Rakyat Aceh/ray iskandar.

LANGSA (RA) – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Langsa mengelar aksi demontrasi di kantor Direksi PTPN I Aceh Kebun Baro, Senin, (13/5).

Aksi dipicu saat scurirty dan karyawan PTPN I Aceh melakukan tindakan refresif kepada mareka beberapa waktu lalu saat hendak bertemu Direksi PTPN I Aceh dalam rangka audiensi.

Para peserta demo melakukan aksi dengan naik sepeda motor dari Kantor KNPI Langsa di jalan Ahmad Yani hingga Kantor Direksi PTPN Aceh di kebun baro.

Dan sepanjang jalan mereka meneriakkan yel-yel meminta PTPN I Aceh mengembalian sebagian HGU nya untuk kepentingan umum masysrakat kota langsa.

Tak luput juga mareka membawa spanduk dan poster yang isinya meminta PTPN I Aceh hengkang dari Kota Langsa. Sudah sangat tidak layak lagi perkebunan berada ditengah-tengah kota.

Setiba di depan pagar kantor direksi PTPN I Aceh demontran mengelar mimbar bebas dengan orasi bergantian dari perserta. Berbagai nada kecaman muncul dari perserta untuk PTPN I Aceh salah satunya dimana kehadiran PTPN I Aceh tidak memiliki arti apa-apa bagi daerah.

Bahkan ada program pemerintah kota langsa yang bersinggung dengan PTPN I Aceh harus diganti rugi bahkan program tersebut terhenti karena tanah belum selesai dengan PTPN I.
Dalam surat pernyataan sikap para peserta demo menuntut, yakni: (1) copot Dirut, Direksi, dan Komisaris PTPN I Aceh.

2. PTPN I Aceh diminta untuk mencabut kasasi di Mahkamah Agung terkait permasalahan lahan HGU untuk pengembangan RTRW Kota Langsa, 3, menuntut permintaan maaf scurity, karyawan, direksi dan dirut PTPN I Aceh yg di publikasi di media massa atas tindakan arogan kepada mahasiswa, dan 4, PTPN I Aceh diminta transparan dalam pengelolaan CRS dan Plasma untuk masyarakat.

Koordinator Aksi, Muktar,AMd yang juga Ketua KNPI mengatakan awalnya sudah mencoba menempuh dengan cara audiensi tapi mareka tidak mengubrisnya bahkan melakukan tindakan anarkis.

Karena mendapat perlakuan yang tidak baik, maka hari ini kita demo. Alhamdullih wlau sempat memanas akhirnya pihak komisaris dan dirut bersedia hadir menjumpai kami dengan memberi klarifikasi terhadap hal-,hal yang terhadi.

Dan diakhir acara kami minta Direktur Operasional, Desmanto, Komisaris PTPN I Aceh, Arie Maulana, dan Direktur Holding Perkebunan Nusantara, Ahmad Haskan Saragih untuk menanda tangani pernyataan dengan butir mendukung pengembangan kota langsa meliputi wisata, pendidikan, olah raga, rumah sakit regional, dan masyarakat miskin. Imbuhnya.(ris/slm)