Pangdam IM Mayjen Terima 12 Pucuk Senjata

‘saya  Bicara Mualem Katanya ‘Sudah Capek’

Banda Aceh (RA) 12 Pucuk senjata (9 jenis Ak 47 dan 3 pistol) sisa masa konflik diterima Pangdam IM dari 4 kabupaten kota di Aceh.

Kemudian senjata itu dibawa ke Banda Aceh untuk diserahkan kepada Pangdam IM Mayjen Teguh Arief Indratmoko di kediamannya, Rabu (15/5).

Senjata tersebut berasal dari masyarakat lalu diserahkan kepada aparat TNI (Babinsa) masing-masing di Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat.

Meski begitu senjata itu semuanya masih baik termasuk granat dan ratusan amunisi nampak sudah karatan karena selama ini ditanam.

‘Ini suatu bukti bahwa masyarakat tidak mau lagi menyimpan barang yang bertentangan dengan hukum’, ujar Pangdam dalam keterangan pers, kemarin.

Kata Pangdam, penyerahan senjata kepada aparat TNI merupakan bentuk sinergitas dan terjalinnya komunikasi sosial (komsos) yang baik selama ini.

Aceh saat ini aman dan nyaman dan tidak perlu mempersenjatai diri dengan senjata.
Kita ingin mencegah kriminal atau peredaran narkoba yang sifatnya mengganggu keamanan di Aceh.

Kalau ada yang masih menyimpan, kata jenderal bintang dua itu ia minta agar segera menyerahkan kepada aparat TNI/Polri dan dijamin keselamatannya dan namanya dirahasiakan.

Menurut Pangdam, senjata ini ditanam dan mereka takut mau diapakan dan jika ketahuan akan diproses hukum. Namun indikasinya sekarang banyak digunakan sebagai tameng dalam peredaran narkoba jadi tidak ada hal lain hanya kriminalitas.

Aceh sekarang ini sudah aman dan nyaman jadi mari kita jaga bersama agar ekonomi semakin baik dan dampak lain juga akan mendatangkan investor masuk ke wilayah ujung sumatera ini.

Kalau ada kelompok lain yang ingin mengganggu Aceh, kata Pangdam itu mereka hanya ingin cari nama tetapi kekuatannya tidak ada.

Saya sudah berdialog dengan Muzakir Manaf, Sofyan Daud dan beberapa anggota mantan GAM lainnya semua menyatakan tak ada lagi pemberontakan setelah damai Aceh.

‘Kami sekarang sudah tak ingin berperang. Capek dan lelah. Hidup sekarang lebih tenang dan aman, kata jenderal bintang dua sebagaimana disampaikan Mualem sapaan akrabnya.

Sementara Asintel Kodam IM Kolonel Azwar Usman didampingi Dan Den Intel Letkol Hasanul Siregar serta Kapendam menceritakan kronologis penyerahan senjata dari masyarakat kepada Babinsa Koramil di daerah.

Prosesnya kita atur secara bertahap baik waktunya kemudian identitasnya kita rahasiakan setelah itu mereka kita kembalikan ke rumah lagi dan tidak ada proses apapun lagi.

‘Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kita harapkan agar yang lainnya juga ikut menyusul’, ungkap Asintel. (imj)