Chat Mesum dengan Istri Anggota DPRK

Rakyat Aceh

Ketua Panwaslih Subulussalam Dipolisikan

SUBULUSSALAM (RA) – Ketua Panwaslih Kota Subulussalam berinisial ES dilaporkan ke Polisi terkait dugaan melakukan chat mesum dengan perempuan yang sudah bersuami.
Perempuan tersebut merupakan istri salah seorang anggota DPRK Subulussalam yang tinggal di Kecamatan Sultan Daulat.

Menurut keterangan AI yang merupakan anggota DPRK Subulussalam, Terkuaknya chat mesum antara AP istri dari AI dengan ES yang mengandung kata-kata mesum tersebut setelah AI mengambil handphone android milik istrinya yang sudah lama ia curigai. Saat dibuka, isi chat sang istri dengan ES berisi tulisan mesum.

Saat itu pula, AI langsung mengintograsi sang istri dan menurut pengakuan sang istri, keduanya sudah menjalin hubungan terlarang sejak bulan Februari 2019 lalu.

Bahkan, kata AI keduanya telah melakukan hubungan intim sebanyak 2 kali. Mendapat pengakuan tersebut, AI langsung membawa istrinya ke Simpang Kiri dan meminta menghubungi ES melalui handphone untuk diajak bertemu.

Selanjutnya, kedua non muhrim tersebut bertemu di rumah salah seorang warga yang berada di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Pada pertemuan tersebut AI yang turut mendampingi istrinya sempat mengeluarkan emosinya setelah mengetahui pengakuan keduanya “Kejadian itu satu hari puasa ” kata AI kepada wartawan disela-sela di BAP di Polsek Simpang Kiri, Sabtu (18/5) kemarin.

Paska kejadian itu, banyak timbul desas-desus warga sehingga AP minggat dari rumah dan membawa satu orang anak mereka. Sejak itu pula AI langsung membuat laporan ke Mapolsek Sultan Daulat karena AI menduga istrinya dibawa ES.

Namun, karena kejadiannya berada di Simpang Kiri, pihak Polsek Sultan Daulat melimpahkan kasus tersebut ke Polsek Simpang Kiri.

Kapolsek Simpang Kiri, Iptu RJ Agung Pranoto kepada wartawan di Mapolsek, Sabtu (18/5), menjelaskan pihaknya menerima limpahan laporan dari Mapolsek Sultan Daulat terkait kejadian tersebut.

Kata Agung, Jumat malam (17/5) pihak Polsek Sultan Daulat menyerahkan ES saat ini telah diamankan di Mapolsek Simpang Kiri.

Menurut Agung, suami AP melaporkan ES karena melakukan dugaan Jarimah dengan A. Jika terbukti, kata Agung pihaknya akan mensangkakan terhadap ES pasal 33 ayat 1 qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. Agung mengakui bahwa ES merupakan pejabat publik.

Sedangkan istri AI saat ini masih dalam pencairan untuk di mintai keterangan terkait kasus tersebut “Saat ini kami masih mendalami. Nanti kalau sudah ada perkembangan akan kami beritahu kepada rekan-rekan ” kata Agung.

Bantah Mesum dan Merasa Dijebak
Terpisah, Ketua Panwaslih Kota Subulussalam, ES membantah keras tudingan AI atas dirinya yang melakukan mesum dengan AP. Mengenai chat, ES mengatakan bahwa AP yang sering mengirimkan chat bernada mesum kepadanya. Namun, ES mengaku selalu mengabaikan chat yang dikirimkan kepadanya.

Menurut ES, kejadian ini tak terlepas dari unsur politik pada Pemilu bulan lalu. Dimana satu hari setelah pemilihan, AI yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg meminta ES untuk mengeluarkan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang karena AI menilai ada kecurangan. Namun, ES enggan mengeluarkan surat rekomendasi karena hasil investigasi panwaslih tidak ada menemukan kecurangan.

“Sejak itu lah AI marah. Bahkan pada waktu itu saya ditawari satu ini mobil Fortuner asalkan supaya kami dari Panwaslih mengeluarkan surat rekomendasi PSU. Tapi kami tidak mau ” aku ES.

Selain itu, ES juga merasa dijebak AI bersama istrinya yang terkesan bersama-bersama untuk memeras dirinya. Sebab, kata ES, pada saat AI membawa istrinya dan berhadapan dengan ES, suami AP meminta uang perdamaian Rp 500 juta.

Karena tidak sanggup dengan jumlah tersebut, maka ES menolak untuk membayarnya. Dari jumlah tersebut, ES hanya sanggup membayar Rp 200 juta. Namun, uang tersebut belum diberikan lantaran saat ES mengakui akan membayar Rp 200 juta tersebut dirinya berada dalam ancaman AI sehingga tidak boleh tidak ia terpaksa mengiyakannya.

” Kalau betul tidak ada permainan, kenapa AI tidak melaporkan saya pada malam itu juga. Kenapa dua Minggu setelah kejadian baru ia membuat laporan ” kata ES. (lim/min)