Dalam Sepekan, Dua Warga Sultan Daulat Tenggelam

Masyarakat bersama tim SAR Kota Subulussalam tengah menyisir sungai Souraya mencari Pinem. Kaya Ali/Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA) – Dalam sepekan ini dua warga Kecamatan Sultan Daulat meninggal dunia akibat tenggelam. Pinem (20), warga Desa Pulo Kedep ditemukan meninggal dunia satu hari setelah kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, pada hari Sabtu (19/5).

Bermula kejadian itu Pinem, bersama dua orang rekan nya berangkat ke Lae (sungai) Sibelon dengan menaiki perahu mesin. Saat perahu melaju ke hulu, perahu tersebut diterpa ombak sehingga mesin mati dan perahu terbalik.

Dua orang rekannya selamat setelah ditolong para nelayan. Sedangkan Pinem saat itu tidak terlihat meski dicari kemana-mana.

Ardiansyah salah satu saksi menceritakan perahu mesin yang tumpangi korban itu menuju hulu dengan kecepatan sedang. Saat melaju, perahu yang mereka tumpangi di terpa ombak sehingga keseimbangan perahu tidak bisa dipertahankan ditambah mesin mati dan akhirnya tenggelam.

Pencairan Pinem, berlangsung satu hari dimana kejadian hari Jumat, sementara Pinem ditemukan oleh tim SAR Kota Subulussalam Sabtu yang tak jauh dari lokasi kejadian. “Mereka berteriak meminta tolong. Kami langsung mendekati dan mengangkat dua orang rekannya. Sementara Pinem tidak kelihatan,” kata Ardiansyah.

Satu hari sebelum kejadian, seorang bocah berumur 10 tahun warga Bunga Tanjung ditemukan tidak bernyawa lagi setelah tenggelam di sungai souraya. Bermula, Sukri ayah Bicara tersebut mandi bersama di sungai Souraya.

Tak disadari, Syukri pergi ke darat dan lupa anaknya juga ikut mandi. Sesampai di daratan Syukri mencari anaknya tapi tidak ditemukan. Setelah ia mengingat ternyata ia bersama anaknya mandi di sungai.

Warga setempat pun langsung heboh dan menyisir pinggir sungai Souraya. Bocah tersebut akhirnya ditemukan dengan tidak bernyawa lagi. (lim/han)