Dituding Dugaan Mesum Ketua Panwaslih Subulussalam Ditangkap

Ketua Panwaslih Kota Subulussalam, ES (dua dari kiri) saat dibawa ke Mapolsek Simpang Kiri, Minggu (26/5) sekitar pukul 01.10 WIB dini hari. (for rakyat aceh)

SUBULUSSALAM (RA) – Polsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam menangkap Ketua Panwaslih Kota Subulussalam berinisial ES atas dugaan mesum dengan AP, perempuan yang tak lain adalah istri anggota DPRK setempat.

Penangkapan ES dilakukan pada Minggu (26/5) sekitar pukul 01.10 WIB dini hari di rumah saudaranya, di Desa Muara Batu-batu, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Kapolsek Simpang Kiri, Iptu Agung RJ Pratomo di Mapolsek Simpang Kiri, Minggu (26/5) mengatakan, penangkapan ES dikarenakan tidak kooperatif saat pihaknya memanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bahkan, beberapa kali Polsek Simpang Kiri menghubungi melalui telepon selulernya, tidak mengangkat. Meski sudah ditangkap, Agung mengatakan, sampai saat ini penyidik belum ada menetapkan ES sebagai tersangka.

Sebab, ada satu orang saksi lagi yaitu AP yang baru diperiksa pada malam itu juga yang sebelumnya tidak kelihatan di rumahnya. Namun, saat ini penyidik sudah mengantongi dua alat bukti terkait dugaan mesum keduanya. Penyidik memiliki waktu 1 x 24 untuk menentukan status keduanya.

“Sedikitnya penyidik saat ini sudah mengantongi dua alat bukti dan tinggal meningkatkan status keduanya,” ujar Agung.

Ditambahkan, selain dua alat bukti penyidik juga sudah memeriksa dua saksi diantaranya, pemilik rumah tempat ES dan AP berduaan dan diduga melakukan mesum berinisial J dan AP, telah diperiksa.

Setelah pemeriksaan AP, selanjutnya kepolisian akan menggelar perkara “nah, setelah gelar perkara kita lakukan, disitu nanti kita lihat apakah keduanya memang kena sesuai dengan qanun Aceh atau tidak. Yang jelas paling lambat hari Senin statusnya sudah ditentukan,” ungkap Agung.

Kata Agung, keduanya akan dikenakan pasal 33 ayat 1 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Jika diperhatikan di pasal yang disangkakan, setiap Orang dengan sengaja melakukan Jarimah Zina, diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 100 (seratus) kali.

Seperti diberitakan sebelumnya, AI suami AP melaporkan ES ke Mapolsek Simpang Kiri karena keduanya diduga telah melakukan mesum di salah satu rumah warga di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Mencuatnya cinta terlarang ES dengan AP itu setelah AI mengambil handphone AP dan melihat ada chatting keduanya yang bernada mengajak mesum.

Mengetahui hal itu, AI langsung menginterograsi istrinya yang kemudian mengakui telah menjalin hubungan sejak bulan Februari lalu dan sudah melakukan hubungan badan sebanyak 2 kali di Desa Lae Oram. Atas pengakuan dan bermodalkan bukti chatting tersebut, AI langsung membuat laporan ke Mapolsek Simpang Kiri.

Namun, pada saat dikonfirmasi, ES mengaku dirinya sengaja dijebak oleh AI yang diduga sudah bersengkokol dengan istrinya. Bahkan, ES tidak mengaku kalau dirinya dan AP sudah berhubungan badan sebagaimana pengakuan AP kepada suaminya.

Menurut ES, timbulnya kasus ini bermula saat dirinya menolak mengeluarkan rekomendasi pemilihan suara ulang pada Pileg lalu.

Permintaan PSU dari AI itu dikarenakan menurut AI ada dugaan kecurangan disalah satu desa di Sultan Daulat yang merugikan AI. Namun, kata ES setelah tim Panwaslih melakukan pengecekan dan investigasi tidak ada ditemukan kecurangan.

“Sejak itu lah mungkin AI dan AP dendam sama saya sehingga mereka membuat skenario untuk menjebak saya. Sumpah saya tidak ada melakukan hal seperti yang ditudingkan kepada saya ” aku ES.

Namun, pernyataan ES tersebut dibantahkan dengan adanya rekaman video saat AI mempertemukan AP dengan ES di rumah tempat mereka melakukan mesum.

Di video yang sengaja direkam AI itu, ES terlihat mengakui bahwa keduanya telah melakukan mesum sebanyak 2 kali. Isi video tersebut pun terlihat ES beberapa kali meminta ampun dan maaf kepada AI karena bersalah. (lim/min)