Pemudik Kerap Tabrak Ternak, BPJS Bilang Begini!

Meulaboh (RA)-  Angka kecelakaan lalu lintas menabrak hewan ternak tinggi di ruas jalan pesisir Pantai Barat Aceh. BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh berpesan, Pemudik untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, ketika melintasi ruas ini.

Demi perjalanan ‘aman, nyaman, dan lancar’ tiba ke kampung halaman, berlebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Hati-hati di jalan. Jika terjadi kecelakaan, Pemudik tidak perlu khawatir, karena layanan peserta JKN-KIS dan JKA tetap akan prima melayani. Meskipun disaat masa libur lebaran tahun 2019,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Mahmul Ahyar, Senin (27/5).

Masa libur lebaran, terhitung masuk tanggal 29 Mei – 13 Juni 2019, atau mulai dari H-7 sampai H+7 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Namun peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), tak perlu khawatir, karena tetap menerima layanan kesehatan secara optimal, di fasilitas kesehatan manapun.

“Bahkan termasuk saat peserta mudik berada di luar daerah domisili, meskipun dirinya tidak terdaftar di fasilitas kesehatan setempat. Wajib dilayani,” ungkapnya.

Ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan portabilitas (menangani) setiap peserta JKN-KIS dan JKA.

Wajar, seiring waktu, BPJS terus membenah menyempurnakan sistem pelayanan agar lebih maksimal.

”Kenapa ada pesan hati-hati bagi pemudik yang melintasi jalur pantai barat Aceh ini? karena setiap tahun ada saja pembiayaan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan terhadap korban kecelakaan menabrak hewan,” detilnya.

Apalagi, sambung Mahmul, aplikasi Mudik BPJS Kesehatan mulai diluncurkan demi mempermudah peserta memperoleh informasi.

Jika ada informasi kurang tepat dipahami, Mahmul menyebutkan, dapat juga menghubungi layanan ceter 1500 400.

Dengan aplikasi Mobile JKN ini, diharapkan terus mengoptimalkan setiap layanan bagi kepesertaan JKN-KIS dan JKA. “Terus disempurnakan. Ada fitur-fitur baru sesuai kebutuhan segmennya,” terangnya.

Tak tertutup peluang, tambah Mahmul, sistem administrasi mengklaim biaya layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh (RSUD-CND), kelak, dapat dipermudah dengan hanya melakukan scanning PDF semata.

“Bukan tidak mungkin berinovasi kearah teknik scanning PDF aja. Dari pada bawa berkas banyak-banyak. Ribet,” sebutnya.(den)