Tgk Faisal – Hukum Mati Pengedar Sabu

Banda Aceh (RA) –Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk Faisal Ali menegaskan hukuman mati bagi bandar narkoba sudah tepat.

‘Saya minta pemerintah harus tegas dengan hukum yang berlaku terutama bagi bos-bosnya bandar narkoba”, ujar Lem Faisal yang juga Wakil Ketua MPU Aceh ini, kemarin.

Menurutnya, agama Islam pun melegalkan hukuman mati bagi pengedar barang haram khususnya sabu saat ini sudah mengancam generasi muda Aceh bahkan kini nyaris setiap gampong ada yang sudah darurat narkoba.

Dijelaskan setiap perbuatan yang memabukkan dilarang dalam ajaran agama Islam, tak terkecuali dengan sabu-sabu. Bahkan Rasulullah bersabda, “Yang memabukkan itu adalah ibu dari kejahatan-kejahatan yang lain. Dia mendukung pengedar sabu dihukum berat sesuai kadar perbuatannya.

Selama in, kara Faisal dayah-dayah di Aceh terus membantu pemerintah dalam memerangi narkoba. Salah satu cara yang dilakukan kalangan dayah melalui mimbar. “Kami di dayah setiap khutbah Jumat selalu menyampaikan larangan untuk mendekati narkoba. Bagian khamar (yang memabukkan) bukan saja sabu-sabu, apa saja selalu diminta untuk dijauhi,” ujarnya.

Sudah saatnya orang yang mengedar narkoba harus dihukum dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Soalnya, perbuatan mengedar sabu-sabu itu besar mudaratnya dan dapat merusak satu generasi dalam sekali aksinya. “Kita merasa tidak tepat pengurangan hukuman karena dampak dari sabu-sabu itu sangat besar. Bukan hanya merusak sepuluh orang, tapi ratusan orang hingga satu generasi. Tidak arif rasanya apabila para hakim tidak menghukum dengan hukuman setimpal dengan dampak yang mereka timbulkan,” sebut Faisal.

‘Kita melihat pemberian hukuman terhadap pengedar atau pemakai narkoba belum ada rasa keadilan. Sebab, ada kasus-kasus yang besar namun putusannya ringan, sebaliknya, ada kasus-kasus kecil malah dihukum dengan hukuman berat’, demikian Lem Faisal.

Sebagaimana diketahui BNNP Aceh beberapa kali berhasil menangkap sejumlah bos narkoba diantaranya Samsul Bahri, terpidana kasus sabu-sabu seberat 78,1 kg. (imj)