Diseruduk Babi Hutan, Yusri Dilarikan Ke RSU

Kanit intel Polsek Bandar, Aipda Arino, bersama Prompam melihat kondisi korban diseruduk babi di RSU Muyang Kute Bener Meriah, Rabu (12/6). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Seorang warga bernama Yusra Hakim (37), warga Kampung Kala Nepan, Kecamatan Bandar, dilaporkan terluka parah karena diseruduk babi hutan.

Akibat dari kejadian itu, Yusri yang saat itu sedang ngotif kopi harus dilarikan ke RSU Muyang Kute, Bener Meriah untuk mendapatkan perawatan intensif, Selasa (11/6).

Kapolres Bener Meriah, melalui Kapolsek Bandar, AKP Suprihadi Kepada Harian Rakyat Aceh menyebutkan, korban mengalami dua luka robek di lengan tangan kanan dengan ukuran 7 x 8 cm dan luka robek di tangan kiri ukuran 2×2 cm yang diduga akibat gigitan babi hutan.

Dari musibah itu korban mengalami pendarahan aktif yang lumayan parah, dan hingga saat ini korban masih dalam perawatan medis di RSUD Muyang Kute Bener Meriah.

“Kami juga telah menghimbau masyarakat untuk tidak ke kebun dulu untuk mencegah adanya korban lagi. Kita akan melakukan pemburuan terhadap babi yang mengamuk dan masih berkeliaran itu,” terangnya.

Disebutkan kronologis kejadian itu terjadi, sekira pukul 10.30 WIB, korban bersama dengan istrinya Mila Maryana, (30), serta adik ipar korban Nur Aini (20), berangkat menuju ke kebun yang berada di Kampung Kala Tenang, Kecamatan Bener Kelifah.

Saat mereka sedang ngotif kopi sekira pukul 11.30 WIB, terdengar suara anjing menggogong dari kejauhan yang mengarah ke tempat korban sedang mengutip kopi.

Namun, saat suara anjing semakin mendekat, korban sempat mengajak istri dan adiknya agar berdiri ditempat yang agak lapang, tapi tidak lama setelah itu, tiba-tiba datang seekor babi yang berukuran besar langsung menabrak korban.

“Korban sempat mengelak dan melindungi istri dan adek iparnya, namun babi yang dikejar oleh empat ekor ajing tersebut terus menyeruduk dan mengamuk. Hingga ahirnya pergi setelah digongongi anjing dan korban berteriak meminta tolong,” terangnya.

Menyikapi kejadian ini katanya, Muspika kecamatan sedang melaksanakan musyawarah untuk memburu babi tersebut.(uri/han)