Naiknya Harga Tiket Kapal Cepat Menuai Kecaman

SABANG (RA)– Kebijakan PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM), selaku operator pengelola kapal cepat dengan menaikkan harga tiket menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, kenaikan harga tiket kapal cepat tersebut dinilai tidak relevan dan dianggap sangat memberatkan konsumen pengguna jasa kapal cepat khususnya para wisatawan yang datang berkunjung ke Sabang.”Apa pasal, PT. SIM menaikkan harga tiket kapal, sementara pemerintah tidak ada menaikkan harga BBM.Kita minta manajeman PT. SIM selaku pengelola kapal cepat menunda dan jangan seenaknya menaikkan harga tiket dengan maksud mengambil keuntungan sepihak.

 

Apa lagi kita ketahui selama ini operasional kapal cepat masih menggunakan minyak subsidi pemerintah, bukan menggunakan minyak industri,” ungkap anggota DPRK Sabang, Risa Nirmala yang turut juga dikecam anggota dewan lainnya. Menurut dewan, kebijakan PT. SIM dengan menaikkan harga BBM dikwatirkan dapat berdampak pada arus kunjungan wisatawan yang datang ke Sabang. Karena sebelumnya, harga jual tiket kapal cepat di Sabang yang ada sekarang ini saja banyak menjadi perbandingan para wisatawan dengan kapal cepat yang ada di daerah lain. Sebagai contoh katanya, transportasi kapal laut di Batam menuju Tanjung Pinang Kepulauan Riau untuk kelas ekonomi eksekutif hanya dijual Rp.65.000, dan ini sama halnya jarak tempuh Sabang menuju Banda Aceh hanya 45 menit, tapi harga jual tiketnya jauh lebih mahal Rp.80.000.

 

 

“Untuk diketahui, harga ini saja banyak menimbulkan tanda tanya para wisatawan, konon lagi PT. SIM melakukan kanaikan tarif menjadi Rp.90.000. Tentunya kebijakan ini akan menimbulkan mudharat yang dapat merugikan Sabang sebagai Kota Wisata,” ujarnya. Kaceman serupa juga diungkapkan para agent travel Kota Sabang mengaku, apabila terjadi kenaikan akan berdampak pada kerugian karena sudah terlanjur menjual paket wisata kepada para wisatawan. Tentunya kanaikan harga tiket yang dilakukan oleh PT.SIM pada pertengahan tahun, merupakan kebijakan yang dianggap keliru dan sangat tidak tepat. “Kalau dinaikkan pertengahan tahun, maka harga paket yang kita jual sudah termasuk tiket kapal cepat pulang-pergi (PP). Jadi keuntungan kita pasti akan berkurang, bahkan kalau paket promo kita bisa rugi dengan harga tiket yang naik sebesar Rp.20.000, jika dihitung PP, sedangkan harga tidak bisa kita turunkan lagi sebab, harga tahun 2019 sudah dikirimkan ke agent-agent di luar daerah pada awal tahun,” kata M Rizki yang turut di dampingi para agent trevel lainnya yang datang khusus menemui awak media di kantor PWI Sabang. Menurutnya, dampak kenaikan harga tiket ini sangat berpengaruh ke travel agent, misalnya, sekarang ini harga paket untuk wisatawan dijual Rp.650.000,- (enam ratus lima puluh ribu) untuk satu orang. Dari paket tersebut travel agent hanya mendapat untung sebesar Rp.50.000,- (lima puluh ribu). Akan tetapi karena harga tiket naik keuntungan hanya Rp.30.000,- (tiga puluh ribu) per orang. Yang perlu diingat travel agent ini juga punya tanggungan operasional dan kredit mobil sehingga akan berpengaruh pada bisnis yang sedang dilakukan. “Untuk itu kami minta pemerintah segera bersikap, bila perlu Pemerintah Kota Sabang bisa mengambil langkah alternatif mendatangkan kapal cepat lainnya agar tidak terjadi monopoli yang bisa memberatkan wisatawan yang datang ke Sabang, menurut kami ini solusi yang paling tepat,” katanya yang ikut di iyakan rekan lainnya. Seperti diketahui, PT.SIM telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh, tertanggal 11 Juni 2019, terhadap kenaikan tiket akan mulai diberlakukan pada, Kamis 13 Juni 2019. Penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT.SIM itu, naik disetiap kelasnya sangat signifikan yaitu, Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk sekali penyeberangan. Dan kenaikan harga tiket dikeluarkan berdasarkan surat pemberitahuan nomor : 059 PT Pel-SIM/ACH/VI/2019 tanggal 11 Juni 2019 yang ditujukan kepada Kepala Perhubungan Aceh yaitu untuk harga per orang dewasa khusus VIP sebelumnya, Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) menjadi Rp. 110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah). Untuk harga tiket kelas Executive sebelumnya Rp.80.000,- (delapan puluh ribu) menjadi Rp.90.000,- (Sembilan puluh ribu) dan khusus untuk warga lokal Sabang masih dikenakan harga Rp.60.000 dan tiket untuk anggotaTNI/POLRI Rp.50.000.(han)