Musprov Kadin Aceh VI ‘Calon Ketua Wajib Setor 1 M’

Banda Aceh (RA) Panitia Musyawarah Provinsi Kadin Aceh menetapkan salah satu syarat calon Ketua Umum Kadin wajib menyetor uang jaminan (uang hangus) Rp 1 Milyar.

Penetapan syarat ini oleh panitia dimaksudkan agar uang mahar tersebut digunakan untuk biaya perhelatan acara serta pembayaran operasional kantor selama satu tahun ke depan.

‘Uang itu semuanya untuk kegiatan dan biaya bulanan dan dipertanggungjawabkan’, ujar Ketua SC Muhammad Mada didampingi Wanhat Syamsunan Mahmud kemarin.

Syarat mahar ini juga kata Wakil Ketua Kadin Aceh itu merupakan hasil rapat seluruh pengurus harian dan dewan pertimbangan dan dewan penasehat sehingga menjadi ketetapan bagi setiap calon yang ingin maju mewajibkan setor mahar.

Pihaknya juga tidak gentar jika suatu saat akan diperiksa KPK ngak apa silahkan audit dan kita terbuka saja soal penggunaan uang tersebut’, ungkapnya lagi.

Mada merincikan, biaya operasional kantor setiap bulannya harus dikeluarkan Rp 30 juta, baik honor lima karyawan, ATK kantor, air, listrik, kebersihan dan biaya transportasi pengurus.

Sementara pemasukan dari iuran KTA selama ini tidak mencukupi. Kalau dulu masih ada pemasukan dari SBU sekarang tak ada lagi, paparnya

Mada menjelaskan pasca peninggalan ketua lama operasional Kadin Aceh “mati total’, tidak ada program dan aktivitas apapun bahkan kantor pun tertutup setiap harinya. Hampir belasan pengurus harian pun tidak ada yang datang.

Dengan berakhirnya kepengurusan lama akhirnya sejumlah pengurus harian menyurati Kadin Pusat agar segera dilakukan pemilihan ketua baru dan pusat akhirnya memberikan mandat kepada Teuku Zulham untuk memimpin sementara sampai selesai Musprov.

Sampai hari terakhir kemarin tetap lima calon Ketua Kadin Aceh antara lain, H Said Isa, H Makmur SE, Nahrawi, Hazwan Amin dan Nora Indah Nita salah seorang pengusaha wanita yang juga anggota dewan.

Mereka sudah menyerahkan dan akan diperiksa oleh panitia kelengkapan administrasinya’ tanggal 16 – 17 Juni akan diumumkan siapa yang lolos sekaligus menyerahkan mahar.

Kita tunggu sampai batas waktunya karena sangat tergantung dengan mahar. Kalau tidak setor berarti gugur. Kita sudah siap kalau hanya satu yang daftar tetap juga dilaksanakan artinya dikukuhkan secara aklamasi, demikian Mada.

Salah seorang calon yang dimintai.tanggapan Makmur SE menyatakan siap mencalonkan diri untuk maju dan sekaligus menyerahkan mahar. ‘Saya maju ingin mengembangkan Kadin agar hidup dan berkembang dengan bersinergi dengan pemerintah daerah’, ujarnya.

Begitu juga dengan kabupaten/kota ia sangat yakin perlu dukungan dari daerah sebab tanpa mereka juga tak ada artinya Kadin Aceh. Semua harus dirangkul sehingga tidak hanya berada di provinsi saja.

Sedangkan calon lain yang tidak ingin namanya dipublish menyatakan ia masih melihat dulu kekuatan timnya untuk maju karena persyaratan mahar itu sebab baginya sangat ‘matematis’ artinya kalau terpilih yang bolehlah tapi kalau tidak uang Rp 1 milyar hangus’, ungkapnya dengan wajah lemas. (imj)