Polres Simeulue Tetapkan 8 Tersangka

Kapolres Simeulue, AKBP Ardanto memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam konferensi pers, Kamis (13/6). Ahmadi/Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Polres Simeulue menangkap dan menetapkan delapan orang warga Simeulue sebagai tersangka.

Kini delapan orang tersebut telah ditahan dengan sejumlah kasus bebeda yakni, kasus korupsi, kasus pencabulan dan kasus pencurian termasuk penadah.

“Mereka semua berhasil kita ungkap dan kita tangkap, kumlah tersangka ada delapan orang, yang kini sudah kita tahan,” kata Kapolres Simeulue, AKBP Ardanto Nugroho, di dampingi Wakapolres Kompol, Rusman Sinaga serta Kasatreskrim, Iptu Muhammad Khalil, dalam konferensi pers, Kamis (13/6) di Mapolres Simeulue.

Disebutkan, ada tiga kasus dan delapan tersangka yang telah ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dari delapan tersangka ini terdirti dari tiga kasus yaitu, kasus pencabulan terhadap penyandang disabilitas, kasus korupsi dan kasus pencurian kenderaan roda dua, juga termasuk penadahnya.

Kedelapan tersangka itu masing-masing berinisial R (48), pria telah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, merupakan pelaku yang melakukan dua kali pencabulan terhadap penyandang disabilitas inisial R (17) di rumah pelaku dengan cara dipaksa dan disekap.?
Selanjutnya, pelaku kasus kejahatan konvesional pencurian dua kenderaan roda dua, yang telah ditahan yakni inisial UH (18). AA (19) dan CA selaku penadah sedangkan Y, masih status buronan pihak Polres Simeulue.

Sedangkan kasus berjamaah korupsi anggaran desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, senilai Rp 247 juta dan yang berhasil diamankan sebanyak Rp 9 juta, dengan TSK sebanyak 4 orang pelaku inisial K (pejabat kades) inisial R (bendahara desa) inisial R (Ketua PPK) dan inisial A (Ketua BPD).

“Dari ketiga kasus itu, untuk kasus pencabulan dijerat sanksi hukuman 5 tahun hingga15 tahun penjara, sedangkan kasus pencurian dan penadah, diganjar 4 tahun hingga 7 tahun penjara, serta untuk kasus korupsi mendapat sanksi hukuman penjara 4 tahun, 20 tahun hingga penjara seumur hidup,” terangnya. (ahi/han)