Mantan Kadinkes Subulussalam Ditahan

Pihak Kejaksaan Negeri Subulussalam membawa mantan Kadinkes ke mobil tahanan untuk dibawa ke lapas Singkil, Selasa (18/6). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

Terkait Pembangunan Pagar RSUD

SUBULUSSALAM (RA) – Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Selasa (18/6). Satu di antaranya adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan, Adri, SKM, M. Kes.

Sementara tiga tersangka lainnya adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Konsultan Pengawas dan pihak rekanan.

Adri yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama tiga tersangka lainnya ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan dan langsung dibawa ke Lapas Aceh Singkil untuk dilakukan penahanan sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam, Muhammad Alinafiah Saragih, SH melalui Kasi Pidsus, Ika Liusnardo, SH didampingi Kasi Intel, Irfan Hasyri HDL, SH menjelaskan keempat tersangka diduga secara bersama telah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan pagar RSUD Subulussalam tahun anggaran 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp 826 juta lebih yang bersumber dari Otsus.

Ika Liusnardo mengatakan, penahanan terhadap empat tersangka sudah memenuhi prosedur. ” Ini proses hukum biasa. Memang kalau tersangka korupsi bisa langsung ditahan,” katanya kepada awak media sesaat membawa tersangka menaiki mobil tahanan.

Menurut Ika Liusnardo, atas kasus tersebut negara dirugikan sebesar Rp 193 juta lebih. Ditambahkan, kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan Polres Aceh Singkil yang dilimpahkan ke Kejaksaan Kota Subulussalam ” penahanan akan kita lakukan selama 20 hari di Lapas Aceh Singkil ” ungkapnya.

Sementara, tersangka Adri saat mau memasuki mobil tahanan mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Menurut Adri, pada tahun 2015 ada proyek pembangunan pagar RSUD yang bersumber dari dana Otsus sebesar Rp 826 juta.

Usai dikerjakan oleh rekanan, beberapa meter pagar tersebut mengalami ambruk, sedangkan pekerja pada saat itu di sub kontrakan sudah meninggal dunia ” waktu itu sudah PHO. Kalau sudah PHO tentu dibayar oleh dinas.

Tak lama kemudian pagar tersebut mengalami ambruk. Sedangkan pekerjanya sudah meninggal. Karena pada waktu itu pekerjaannya di sub kan oleh pemenang proyek ” aku Adri.

Pantauan Rakyat Aceh di kantor Kejaksaan Negeri Subulussalam, tangis keluarga tersangka pecah dan seakan tak rela suaminya dibawa oleh pihak ke Kejaksaan ke Lapas Aceh Singkil. Bahkan, dua orang anak konsultan pengawas turut meratapi kepergian ayahnya yang dibawa ke Lapas Aceh Singkil. (lim/min)