RSUD Pidie Jaya Diminta Atasi Krisis Darah

Salah seorang pendonor darah secara suka rela, Miswar, rutin melakukan donor darah setiap dua bulan sekali, di RSUD Pidie Jaya, foto diambil beberapa waktu lalu, Rakyat Aceh/Amrizal Arnida

MEUREUDU (RA) – Stok darah untuk Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya terhadap sejumlah pasien yang membutuhkan darah untuk kepentingan operasi melahirkan maupun untuk pasien kekurangan HB(Hemoglobin) sejak dua bulan terkahir ini dilaporkan terjadi kekurangan (krisis). Akibatnya sejumlah pasien terancam meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pendonor sukarela yang juga penggerak beberapa komunitas donor darah di Pidie Jaya, Miswar, kepada Rakyat Aceh, pada Kamis, (20/6).

Dikatakan Miswar, Kebutuhan darah pasca lebaran 2019 di RSUD setempat meningkat drastis hampir semua golongan darah, Karena itu pihak RSUD Pidie Jaya harus berpikir cepat dan mencarikan solusi-solusi yang tepat dan efektif dalam hal pemenuhan kekurangan darah terhadap pasien.

Lebih lanjut Miswar menyebutkan, pasca lebaran, Kebutuhan untuk transfusi darah meningkat disebabkan banyak pasien yang ke rumah sakit yang HB nya sangat rendah bahkan kebanyakan pasien yang membutuhkan darah untuk operasi melahirkan, Akibatnya permintaan darah meningkat.

“Harapan saya kepada pihak RSUD Pidie Jaya bisa mencari solusi untuk membantu pasien yang membutuhkan seperti yang terjadi setiap hari, Bila darah tidak ada, pasien yang HB rendah mau pun yang mau dioperasi bisa terancam meninggal,” Ungkap Miswar sembari mengatakan pihak RSUD wajib peka terhadap tanggung jawab dimaksud.

Masih menurut Miswar, kekurangan stok darah tidak hanya dirasakan di Pidie Jaya, Kekurangan stok darah juga terjadi di daerah sekitar baik di kabupaten Pidie maupun kabupaten Bireun, Bahkan di beberapa daerah lain.

“Bahkan, Kalau memang tidak ada pendonor nya ya terpaksa kita minta bantu ke PMI Sigli, Itu pun kalau di PMI Sigli ada stok darah di sana, Pasal nya saat ini PMI Sigli juga membutuhkan stok darah banyak, Karena di sana banyak menangani khusus pasien talasemia, Satu pasien talasemia membutuhkan darah paling tidak sekitar dua kantong darah,” jelas Miswar. (amz)