Banda Aceh (RA) Salah seorang pengusaha Aceh Teuku Darmansyah meminta kepada Ketua baru Kadin Aceh untuk dapat mengembalikan ‘marwah’ saudagar Aceh tempoe doeloe yang berdagang sampai ke luar negeri.

‘Dulu kakek atau ayah kita berdagang ke Malaysia, Singapur bahkan ke Turki dan Arab. Itu yang perlu diupayakan kembali dengan lobi dan jaringan saudagar Internasional,’ jelas Darman kemarin.

Teuku Darman yang ikut menghadiri pengukuhan Kadin Aceh yang baru dibawah kepemimpinan Makmur Budiman dua hari lalu menambahkan sosok pengusaha sukses ini dapat membuat program Kadin ke depan lebih baik dari sebelumnya.

Menurutnya untuk sekarang ini yang lagi ‘booming’ di bidang perkebunan adalah sawit dan hasilnya semua diangkut ke Sumatera Utara sehingga kita (Aceh) hanya menikmati hasil produksi pabrik tetangga. Begitu juga di sektor perikanan, dimana nyaris ikan Aceh dibawa ke luar daerah.

Kalau saja Kadin bersama Pemerintah Aceh mampu membangun pabrik mungkin akan ada beberapa manfaat yang diperoleh yakni pendapatan bagi daerah serta tertampungnya tenaga kerja lokal. ‘Saya pikir ini juga salah satu solusi bagaimana program jangka panjang dapat terbangun di Aceh’, kata pemilik angkutan PT Oriza Sativa ini.

Yang perlu diperbuat oleh Kadin Aceh adalah mengajak pengusaha lokal agar mau beralih dengan program bisnis baru baik perikanan dan perkebunan dengan bermitra pengusaha di daerah sehingga kalau sudah sepakat maka menjadi sebuah kekuatan dibawah naungan induk saudagar.

Pun begitu ia juga menyarankan agar semua asosiasi yang ada di Aceh agar tidak lagi berjalan sendiri tetapi masuk bergabung dalam satu wadah Kadin Aceh maka tidak lagi terkotak-kotak yang selama ini terjadi.

Peran pemerintah Aceh tetap diminta untuk membangun fasilitas penunjang misalnya pembangunan pelabuhan laut yang dinilai srategis beserta pendukungnya karena hampir seluruh kawasan Aceh dikelilingi lautan baik di pantai timur maupun barat selatan.

‘Peluang itu masih ada, kalau itu bisa dilakukan Makmur, saya yakin Aceh akan berjaya kembali seperti dulu’, ungkap T Darmansyah. (imj)