Video Bule Berbikini di Pulau Mincau Menuai Kecaman

Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Mencuatnya satu produk video yang beredar di YouTube dan diunggah tahun 2017 lalu, dengan judul “Pulau Mincau Bikini Shoot” menuai protes dari sejumlah kalangan.

Bahkan juga dirilis media online pada tahun yang sama, dengan judul “Saking Indahnya, Pulau Mincau Perna Jadi Lokasi Syuting Produk Bikini Hawaii”, yang diduga proses pembuatan vidio itu lolos dari pengawasan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Tak tahu pasti siapa nama pemeran seorang wanita yang berperan sebagai model syuting video berbikini tersebut, dari sekilas tampak wanita berambut pirang tersebut dugaan awal merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Dalam adegan video syuting bikini tersebut, model wanita berjalan dari sebuah tepi pantai dengan mengambil papan selancar lalu melakukan aksi berselancar pada ombak di Pulau Mincau.

Video yang diunggah ke You Tube tersebut mengundang kontroversi yang dinilai mencoreng nilai nilai Syariat Islam yang diterapkan di Simeulue notabene salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Aceh sebagai daerah yang dijuluki dengan sebutan Bumi Serambi Mekkah.

Reaksi dari Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Kabupaten Simeulue, yang secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Simeulue, harus bertanggungjawab dan membuat aturan yang tegas supaya pariwisata setempat tidak menyalahi Syariat Islam.

“Pemerintah harus bertanggungjawab dan membuat aturan yang tegas agar pariwisata Simeulue tidak menyalahi Syariat”, kata Heriansyah LC, Ketua Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Kabupaten Simeulue, melalui pesan singkatnya, kepada Harian Rakyat Aceh, Senin (24/6).

Menanggapi vidio berbikini tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Abdul Karim, S.Pd menjelaskan bahwa video yang di unggah oleh chanel You Tube Wisata Aceh dengan judul Pulau Mincau Simeule Bikini Shoot tersebut di unggah pada 9 April 2017 silam.

Dia telah melakukan pengecekan ke beberapa resort secara umum, dan mengaku baru melihat video tersebut, namun belum mendapat info pasti siapa yang membuat video serta belum dapat memastikan melalui siapa mereka datang serta dengan siapa guide pergi ke pulau Mincau sebagai lokasi shooting.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Simeulue sangat mengecam pembuatan video ini dan menghimbau kepada seluruh pemilik resort dan surf serta guide wisata agar tidak memberi ruang untuk melakukan hal yang benuansa negatif kepada tamu yang datang dan menginap di tempat atau resort juga surf yang menjadi usahanya”, katanya melalui pesan pendek resminya, Minggu (23/6).

Dia juga mengingatkan para bule pelancong dan pemilik usaha sektor pariwisata untuk menghormati syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh termasuk Kabupaten Simeulue juga budaya dan adat isitiadat yang berlaku di tengah-tengah masyarakat setempat.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan surati seluruh pemilik usaha pariwisata di Kabupaten Simeulue maupun para gaet, sehingga tidak terulang lagi vidio atau foto berbikini yang dilakukan oleh para turis asing itu”, imbuhnya. (ahi/min)