Usaha Garam, Akan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Foto : Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi mengambil garam yang telah jadi dari dapur tempat produksi usaha garam rakyat di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru. Selasa (25/6).

Meureudu (RA) – Usahan garam rakyat yang terintegrasi diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Kabupaten Pidie Jaya. Dengan luas lahan satu hektar mampu menyerap tenaga kerja sampai empat orang dengan pendapat Rp 1,9 juta per pekan.

Di kabupaten Pidie Jaya saat ini telah dikembangkan seluas 36 hektar usaha garam rakyat yang terintegrasi. Setiap pemilik lahan usaha garam tersebut, perbulannya memiliki omset hingga puluhan juta rupiah. Dan Pemkab Pidie Jaya terus berupaya mengembangkan usaha garam rakyat itu di seluruh Pidie Jaya.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi saat melakukan peninjauan usaha garam rakyat di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, kepada Rakyat Aceh mengatakan, potensi sumber daya ekonomi masyarakat dari produksi garam yang tengah digeluti masayarakat ini sangat bagus dan di dukung potensi alam yang sangat bagus pula.

Untuk mendukung usaha masyarakat itu kata Said Mulyadi, Pemkab Pidie Jaya akan terus mendorong Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) setempat untuk membanti warga yang menggeluti usaha tersebut.

” Kita terus upaya supaya ini betul dimamfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khusus yang di pinggir pantai. Dan hasil dari perhitungan kamia, ini benar-benar menyentuh dengan pemberdayaan masyarakat,” kata Wabup, Selasa (25/6).

Nilai pendapatan masyarakat sebagai pekerja mencapai Rp 1,9 juta perpekan dan omset yang dimiliki pemilik usaha mencapai puluhan juta perbulan, maka Said Mulyadi berkeyakinan bahwa dengan akan terus dikembangkan usahan garam rakyat itu, angka kemiskinan di Pidie Jaya akan dapat terus ditekan, yang kini berada pada angka 20 persen atau urutan ke empat se Aceh.

“Dengan sendirinya, karena ini program pemerintah pusat yang didukung dengan dana sharing dari APBK, Ini mudah-mudahan sangat berpengaruh pada upaya angka kemiskinan. Dan kami yakin dengan banyaknya masyarakat yang berkecimpung pada usaha ini, angka kemiskinan Pidie Jaya akan terus dapat ditekan,” sebut Wabup yakin.

Sementara M. Jafar salah seorang pemilik usaha garam di Lancang Paru, yang ditemui di lokasi usaha menyebutkan, selama tiga bulan terakhir, usaha garam terintegrasi miliknya telah memproduksi sebanyak 38 ton garam.

Garam yang diproduksinya itu, dijual seharga Rp 3.800 per kilogram.
” Perbulan, hitungan kasarnya, omset yang diperoleh setiap bulan mencapai Rp 48 juta. Dan sejak telah dilakukan produksi selama tiga bulan terakhirnya ini, omsetnya mencapai Rp 144 juta,” terang Jafar yang juga Keuchik setempat.

Di usaha garam yang digelutinya itu sejak diperkenalkan pemerintah dengan stimulus bantuan beberapa waktu laku, telah mempekerjakan empat orang pekerja. Disebutkan, setiap pekerja perpekan memperoleh upah sebesar rata-rata Rp 1,9 juta atau Rp 7,5 juat perbulan. Dan pendapatan tersebut lebih tinggi dari UMP Aceh yang telah ditetap.

“Penghasilan yang besar, pekerja juga tidak terlalu capek dalam bekerja. Dan saat ini saya fokus menggeluti usaha garam yang terintegrasi ini,” jelas Jafar. (san/slm)