Disdik Aceh Gelar Festival Literasi Sekolah Jenjang SMK

BANDA ACEH-Dinas Pendidikan Aceh menggelar festival literasi sekolah jenjang SMK. Salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan keterampilan literasi dalam kerangka pengembangan pendidikan vokasi.

Festival literasi tersebut berlangsung sejak 26-30 Juni 2019 dan diikuti oleh 138 peserta dan 69 orang pendamping dari Kabupaten/Kota seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat membuka festival literasi sekolah jenjang SMK, mengatakan, gerakan literasi sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik, melalui budaya membaca dan menulis sehingga terciptanya pembelajaran sepanjang hayat.

“Literasi juga bukan sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori,” ujar Kadisdik Aceh.

Ia mengatakan, penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat.
“Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan,” katanya menyebutkan.

Menurutnya, gerakan literasi nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

“Layaknya suatu gerakan, pelaku GLN bersama dinas pendidikan, pegiat literasi, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan lembaga lainnya,” katanya.

Masih kata Kadisdik Aceh ini, sebagai upaya akselerasi gerakan tersebut, pemerintah mengeluarkan edaran pembentukan satgas literasi di daerah. Untuk menyahuti edaran tersebut, Dinas Pendidikan Aceh sudah membentuk Satgas Literasi Aceh secara resmi.

“Satgas ini diharapkan menjadi penggerak GLS mulai dari perkotaan sampai ke wilayah terjauh untuk berperan aktif dalam menumbuhkan budaya literasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sebagai insan pendidikan, tentu telah memahami kontribusi yang harus diberikan kepada bangsa dan Negara. Karakter sosok manusia Indonesia yang diinginkan telah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Dengan mengintegrasikan literasi dalam setiap kegiatan pembelajaran membuat peserta didik lebih memahami terhadap materi pelajaran, mampu berfikir kritis, lebih komunikatif, dan akan membuat pembelajaran menjadi kegiatan yang menantang, menarik dan membahagiakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, usaha untuk meningkatkan kemampuan literasi dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, menantang dan menyenangkan. Salah satunya adalah melalui festival literasi sekolah.

“Kemampuan literasi yaitu kemampuan dalam mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara cerdas dapat diimplementasikan dan dievaluasi dalam berbagai bentuk kemasan kegiatan,” lanjutnya.

Menyikapi perkembangan gerakan literasi yang kian pesat tersebut, pada tahun 2019 atau untuk kedua kalinya Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menyelenggarakan Festival Literasi Sekolah jenjang SMK, dan yang membanggakan Aceh pada tahun 2018.

Empat SMK perwakilan Aceh yaitu SMKN 1 Al Mubarkeya Aceh Besar, SMKN Taman Fajar Aceh Timur, SMKN 1 Takengon serta SMKN 1 Bendahara Aceh Tamiang, masuk 10 besar Nasional dalam ajang Festival Literasi Sekolah tingkat Nasional, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian SMKN 1 Takengon mendapat juara 1 nasional untuk lomba cipta buku elektronik tokoh vokasi nusantara.

Melalui ajang ini, diharapkan di setiap sekolah akan tersedia kader-kader tangguh, penuh keteladanan, dan memiliki visi kepemimpinan nasional yang literat.

Kader inilah yang ke depan diharapkan mampu membawa bangsa dan negara menggapai cita-cita bangsa, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta berdaya saing global dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai di era disrupsi.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan, Drs. Zulkarnaini, menjelaskan, festival literasi sekolah jenjang SMK ikut melombakan tiga mata lomba yaitu, cipta buku elektronik tokoh vokasi, sudut baca vokasi, vokasi moda literasi bergerak.

“Festival Literasi Sekolah ini juga dilengkapi dengan materi terkait upaya meningkatkan karakter siswa seperti, games team work (Kekompakan), keagamaan, kedisiplinan, dan keamanan,” teranya menyebutkan.

Ia menambahkan, peserta akan diseleksi oleh para dewan juri masing-masing cabang lomba. “Dan hasil juara I, II dan III akan diumumkan pada malam penutupan nanti. Adapun dewan juri berasal dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh,” tambah Zulkarnaini. (ra)