PSPS Riau vs Persiraja: Duel Penuh Romansa

Pemain Persiraja dalam satu sesi latihan di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh beberapa waktu lalu sebelum menghadapi PSPS. ARIFUL USMAN/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Persiraja kembali melakoni partai tandang pada pekan ke dua kompetisi Liga 2 tahun 2019. Kali ini, tim kebanggaan masyarakat Aceh akan menjamu tuan rumah PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Kamis (26/6).

Juru taktik Persiraja, Hendri Susilo memastikan anak asuhnya dalam kondisi fit. Ia memandang laga ini ialah salah satu big match bagi kedua tim. Di lain sisi, juga menjadi duel penuh romansa. Pasalnya, sebelum menukangi Persiraja, Hendri adalah mantan pelatih PSPS.

Lebih jauh antara PSPS-Persiraja seperti ada ikatan lain. Di putaran kedua musim lalu, ‘segerbong’ pemain tim berjuluk Askar Bertuah diboyong Persiraja. Seperti Zamroni, Andre Abu Bakar, dkk. Sementara di tubuh Persiraja, winger lincah asal Aceh Tengah, Defri Riski juga tercatat pernah memperkuat PSPS.

“Ini termasuk big match buat anak-anak. Saya pikir gak ada masalah. Saya tekankan kepada anak-anak, yang penting jangan menganggap enteng. Bermain sesuai taktik. Mudah-mudahan anak-anak menjalankannya dengan baik,” ungkapnya kepada Rakyat Aceh, Rabu (26/6).

Kedua tim sama-sama menuai hasil buruk di laga awal. Persiraja takluk di kandang Persibat Batang dengan skor tipis 1-0. Sedangkan PSPS lebih memilukan, mereka takluk di depan publik sendiri, 2-3 untuk kemenangan PSMS Medan.

Berkaca dari hasil minus itu, Hendri mengaku sudah melakukan sejumlah evaluasi. Salah satu catatan penting adalah finishing touch (penyelesaian akhir) yang masih belum tajam. “Setelah kita evaluasi pertandingan anak-anak bermain luar biasa. Cuman faktot lucky saja. Yang sangat menyolok kemarin hanya finishing,” terangnya.

Di tangan Hendri dikenal indentik menggunakan dua stiker di depan, dengan formasi 4-4-2. Sebelumnya, di bawah Akhyar Ilyas Persiraja nyaris selalu menggunakan formasi 4-3-3. Terkait itu, Hendri mengaku anak asuhnya melakukan adaptasi dengan baik.

“Saya pikir skema itu sesuai dengan kualitas materi yang ada, itu aja perubahannya. Dan juga kemarin (melawan Persibat) transisi merubah taktik kita rubah menjadi 4-3-3 lebih menyerang, tidak masalah. Pada prinsipnya apapun taktikalnya, tetap 11 lawan 11,” urainya.

Saat disinggung adakah perubahan line-up saat menjamu PSPS, ia masih merahasiakannya. Namun, diakuinya bahwa perubahan adalah lumrah dalam sepakbola. Yang paling ia tekankan adalah tidak meremehkan lawan. Terlebih, meski PSPS dalam keadaan tidak cukup baik, perubahan yang nyaris 100 persen dibandingkan musim lalu, adalah misteri yang sewaktu-waktu siap memberikan kejutan.

“Saya pikir banyak perubahan. Paling 75 persen pemain baru. Banyak sekali perubahannya. Anak-anak lama hanya tinggal beberapa pemain saja. Saya pikir meski kita tahu PSPS dalam keadaan seperti ini, kita tidak boleh anggap enteng. Karena kalau sepakbola begitu peluit berbunyi, semua sudah beda,” sebutnya.

“Insyaallah, kita sudah sepakat bersama pemain akan meraih poin berapapun itu,” tegas Hendri. (icm/rif)