Karyawan Bank Bobol Tempat Kerja

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang (kiri) memaparkan hasil penangkapan tersangka pembobolan BSM, Batuphat, Lhokseumawe, di Mapolres Minggu (30/6).

Sempat Kabur ke Provinsi Tetangga

LHOKSEUMAWE (RA) – Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe berhasil membongkar kasus pencurian uang di kantor kas Bank Syariah Mandiri (BSM), Batuphat, Lhokseumawe yang terjadi, Rabu (26/6) lalu.

Polisi menangkap terduga pelaku berinisial AS (35) di kawasan Kota Langsa, Minggu (30/6) dinihari. Hasil interogasi awal, pencurian ini dilakukan tersangka karena terlilit utang.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, pelaku AS adalah warga Kecamatan Muara Dua dan merupakan salah seorang karyawan dari BSM, sudah bekerja selama 10 tahun.

Pelaku bisa membuka pintu tanpa merusak gembok, karena dirinya mempunyai kunci pintu kantor tempat dia bekerja.

“Dari hasil penyelidikan, akhirnya kita menyimpulkan kalau AS yang merupakan tersangka. Meski di kantor tersebut tidak memiliki CCTV, namun dari hasil kita lakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi mengarah ke tersangka.

Tersangka sendiri kita tangkap di Kota Langsa, dimana sebelumnya telah kabur ke daerah Langkat, Sumatera Utara,”

terang Indra kepada wartawan dalam konferensi pers, Minggu (30/6) di Mapolres Lhokseumawe.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, sambung Kasat Reskrim, pada saat hari kejadian, Rabu 26 Juni 2019 sekira pukul. 13.30 Wib, tersangka mendatangi kantor kas BSM di Komplek Perumahan PT.PAG di Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, menggunakan sepeda motor Honda Beat milik temannya. Pada saat itu, kondisi kantor sepi karena saat jam istirahat.

Tersangka tampaknya sudah merencanakan hal tersebut, sebab dirinya membawa 3 buah kunci.

Yakni 2 kunci gembok dan 1 kunci pintu kaca. Setelah berhasil membuka kedua gembok dan pintu kantor, AS langsung mengambil cashbox yang terletak di atas meja.

Lanjut Kasat Reskrim, tersangka langsung pergi setelah mengambil cashbox berisi uang
tunai Rp 19 juta.

Selanjutnya tersangka menuju ke waduk Reklamasi Pusong Lhokseumawe untuk membuang barang bukti, seperti kunci dan cashbox.

Bahkan dirinya juga membuang beberapa lembar uang yang sudah tidak layak pakai lagi.
“Sementara uang yang masih layak pakai, dipergunakan untuk membayar utangnya dan dipakai untuk keperluan pribadi,” terang Indra seraya menerangkan kalau pelaku dipidana dengan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman
penjara paling lama 5 tahun. (msi/min)