Pemko Tunda Pembayaran Gaji ke 13 PNS

Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA) – Harapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Subulussalam untuk menerima gaji ke – 13 bulan ini sepertinya sirna.

Pasalnya, Pemerintah Kota Subulussalam akan membayarkan gaji ke 13 tersebut, pada bulan depan karena alasan keuangan tidak mampu membayarkan bulan ini.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Saifullah Hanif, di ruang kerjanya kepada Harian Rakyat Aceh, Rabu (3/6/2019).

Selain gaji ke 13 yang akan ditunda pembayarannya bulan depan, TC PNS sejak Januari belum diterima juga, dan akan dibayarkan bulan depan hanya 3 bulan.

“Kalau kita bayarkan gaji ke 13 dan TC, anggaran kita tidak mencukupi. Sehingga kita kordinasikan dengan pimpinan, dan pimpinan menyampaikan agar gaji ke 13 dan TC pembayarannya ditunda menjadi bulan depan,” kata Saifullah Hanif.

Menurutnya, saat ini beberapa sumber anggaran sudah masuk ke kas daerah dan salah satunya yang masuk adalah, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Dana tersebut, termasuk dibayarkan untuk anggaran honor perangkat Desa sebesar Rp 9 miliar untuk triwulan pertama Januari – Maret. Disamping itu, dana desa triwulan kedua juga dibayarkan untuk APBK dan APBN sebesar Rp 27 miliar.

Selain itu, dana sisa DAU tersebut juga akan bayarkan untuk keperluan SKPK seperti GU dan TU yang saat ini sangat diperlukan karena sebagian sebelum lebaran belum dicairkan. Sedangkan untuk dana nonsertifikasi guru, akan dibayarkan untuk dua triwulan Januari sampai dengan Juni.

“Untuk nonsertifikasi guru bulan ini kita bayarkan. Insya Allah, minggu depan sudah masuk semua ke rekening masing-masing guru,” ujar Saifullah.

Saifullah menambahkan, untuk pembayaran langsung (Ls) pihaknya belum bisa memproses karena ketersediaan anggaran belum mencukupi. Setidaknya, dana untuk rekanan itu bisa diproses pada bulan depan atau bulan September. Pun demikian, pihaknya terlebih dahulu akan koordinasi dengan pimpinan.

“Kami juga berharap kepada rekanan untuk bersabar dalam pembayaran proyek. Sebab, untuk saat ini anggaran kita belum mampu membayar, dan itu harus kita bayarkan karena sudah menjadi utang pemko,” tambahnya. (lim/han)