Wartawan Aceh Jaya Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan

Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Dua wartawan (Harian Rakyat Aceh dan KBA ONE) yang bertugas di wilayah Aceh Jaya, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pegawai Kejari Calang berinisial T, Jumat (28/6) akhir pekan lalu.

Perlakukan itu terjadi saat kedua wartawan tersebut melakukan konfirmasi terhadap kasus pelimpahan dari Polres Aceh Jaya. Bahkan, wartawan dari KBA ONE hampir menjadi korban kebringasan oknum jaksa fungsional itu.

Awalnya, kedua wartawan tersebut bermaksud hendak bertemu Kasi Pidum, Buchari, yang sebelumnya meminta izin pada dua petugas piket.

Namun, ditempat yang sama, kebetulan Kasi Pidum Buchari, juga berada di loby kantor. Saat itu, ke dua wartawan menjelaskan maksud tujuan kedatangannya, Kasi Pidum Buchari, dengan sikap hangat menyambut wartawan dan mempersilahkan masuk ke ruangannya.

Saat di ruangan, tidak lama berselang, masuk juga oknum jaksa T, menyampaikan perihal anak Kasipidum yang menangis dan sudah dibawa jalan-jalan oleh T.

Sesaat itu, salah satu wartawan kembali menanyakan perihal sejauh apa sudah berkas yang dilimpahkan Polres Aceh Jaya, dalam hal ini pihak Sat Reskrim, kepada pihak Kejari Calang, dan apa-apa saja kendalanya, tanya dua wartawan itu.

Namun, secara tiba-tiba satu oknum jaksa itu mengatakan, itu bukan hak kalian untuk mengetahui. Satu wartawan mengatakan, jangan nyolot gitulah bang ngomongnya, kamikan sedang bertanya kepada pimpinan abang, kata wartawan kepada oknum tersebut.

Entah mengapa, oknum itu tiba-tiba terpancing emosinya, dengan menghujat apa hebat kali wartawan. Apa kode etik kalian andalkan, tak berlaku itu, kata oknum jaksa arogan tersebut.

Dengan pongah, diruangan Kasi Pidum, oknum jaksa T, berteriak lantang mengumpat wartawan dengan kata tidak pantas (djancok), berulang kali. Sambil hendak menyerang ke arah wartawan sedang duduk di kursi, berhadapan dengan Kasi Pidum Buchari.

Akibat kejadian itu beberapa petugas jaksa lain ikut menahan tubuh oknum tersebut, termasuk petugas keamanan datang melerai oknum jaksa arogan tersebut. Dua wartawan turut bingung melihat peristiwa terjadi itu, termasuk pimpinan dari oknum jaksa T.

Selaku Kasi Pidum di kantor ini dan sebagai pimpinan dari oknum jaksa itu, Buchari, meminta maaf atas prilaku bawahannya itu, menurutnya, tidak sesuai etika.

“Karena saat itu kawan-kawan sedang menjalankan tugas jurnalistiknya sebagai wartawan. Saya akan melaporkan ke pimpinan, sebagai fungsi pengawasan melekat karena perbuatan dia,” janji Buchari.

Diakui Buchari, saya kira tadi itu hanya guyonan dia saja kepada kawan wartawan. Setahu saya, memang kawan wartawan dan T, sudah saling kenal.

Sementara, Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH, saat dihubungi fia pesan WhatshApp, Jumat malam, pasal kejadian itu. “Iya bang nanti saya hubungi mereka,” katanya.

“Kami atas nama Penkum dan Humas Kejati Aceh, memohon maaf kalau ada kata-kata dan tindakan kurang berkenan dihati rekan-rekan dari adik-adik kami di daerah,” ucap Kasi Penkum Kejati.

Sebelumnya, kedua wartawan menjelaskan kepada Kasi Penkum Kejati, Munawal, tentang peristiwa oknum jaksa arogan kepada wartawan. “Ini bukan kasus pertama yang terjadi dilakukan jaksa inisial T, kepada wartawan. Ini kejadian kedua kalinya terjadi dengan oknum jaksa itu kepada wartawan,” ungkap wartawan.

Hari itu, oknum jaksa inisial T, pernah mengeluarkan stateman ancaman kepada wartawan AJNN, pasal berita ditayang. “Saat itu, permasalahan acaman tersebut diselesaikan oleh Endy Ronaldy, mantan Kasi Pidum Kejari Calang, yang sudah pindah tugas,” bebernya.

Wartawan Aceh Jaya, tergabung dalam Balai PWI, bila hal ini dibiarkan akan menjadi pembiaran, khususnya kami wartawan bertugas di Aceh Jaya, akibat ulah oknum arogan tersebut, ujar wartawan kepada Kasi Penkum Kejati, Munawal Hadi.

Terpisah, Ketua PWI Aceh Jaya, Sa’dul Bahri, dari laporan yang diterima dari salah satu anggota PWI ikut mengalami prahara arogan salah satu oknum jaksa di Calang mengatakan, jika memang benar ada aknum jaksa bersikap arogan, pihaknya sangat menyesalkan sikap tersebut.

“Pasalnya, tak seharusnya oknum tersebut bersikap arogan. Sebab wartawan sebagai mitra kerja seharusnya bisa saling menghormati,” katanya.

Apalagi, ke dua wartawan datang itu, sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan mereka tahu prosedurnya.

Seharusnya oknum itu menghargai para wartawan yang sedang melakukan upaya konfirmasi, terkait perkembangan salah satu kasus sudah dilimpahkan pihak Polres Aceh Jaya baru-baru ini. “Kita minta Kepala Kejaksaan untuk memberikan pengetahuan yang luas terhadap oknum Jaksa Calang, yang terlalu arogan itu,” imbuh Sa’dul.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Calang, Sabtu (29/6) sore, bertemu dengan anggota PWI Aceh Jaya, membahas masalah tersebut.

Saat itu dihadapan rekan-rekan wartawan, pimpinan Kejari Calang, mengatakan akan menyelesaikan permasalahan terjadi antara oknum jaksa dibawah pimpinannya, dengan dua wartawan bertugas di Aceh Jaya.

Wartawan juga menjelaskan, sebelumnya permasalahan seperti itu pernah terjadi, akibat arogannya oknum jaksa tersebut dengan wartawan lain (AJNN) beberapa bulan lalu.

“Ini sudah kejadian kedua dilakukan oleh oknum jaksa yang sama,” beber wartawan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Calang, disaksikan Kasi Pidsus Yudi dan Kasi Pidum Buchari.

Permintaan anggota Balai PWI Aceh Jaya, kepada Kejari, oknum jaksa itu membuat pernyataan maaf tertulis di semua media yang ada di Aceh Jaya.

Namun pihak kejaksaan, belum bisa menjawab, hanya mengatakan akan mengambil tindakan atas perbuatan oknum itu. Hingga berita ini dimuat, belum ada jawaban dari pihak kejaksaan dalam penyelesaian pasal arogansi sikap yang dilakukan satu anggota kejaksaan terhadap wartawan saat sedang bertugas. (red/bai)