Mahasiswa FISIP UIN dan FISIP Unsyiah Dalami Ilmu Jurnalistik

BANDA ACEH  РSebanyak tujuh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah dan mahasiswa FISIP UIN Ar Raniry Banda Aceh mendalami ilmu jurnalistik. Kegiatan ini berlangsung, Sabtu (6/7), di Tri In One Coffe, Lampineung Banda Aceh.
Pada kesempatan ini hadir sebagai pemateri Rusmadi, yang juga wartawan Harian Rakyat Aceh, dan moderator Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Aceh Besar, Darwin Kamaruddin.

“Jurnalis sering orang menyebutnya sebagai wartawan, Reporter atau nama lain. Jurnalis ini berkaitan dengan penyajian pemberitaan baik di media cetak, online maupun di elektronik,” ujar Rusmadi.

Ia menambahkan, sebagai wartawan sudah memahami isu apa yang akan dikupas dengan menemui atau menghubungi narasumber yang berkompeten di bidangnya.

“Sebagai wartawan harus memahami isu dan dan apa yang menarik untuk dikupas bersama narasumber,” jelasnya lagi.

Rusmadi mengungkapkan, menjadi seorang wartawan itu tidak berat. Syaratnya bisa menulis dan membaca. Ditambah lagi ada kemauan untuk berkarya lewat tulisan.

“Jadi asalkan bisa membaca dan menulis itu pasti bisa menjadi wartawan. Mudah kok, namun jadi wartawan tempat dia bekerja dan medianya harus terverifikasi di Dewan Pers,” paparnya.

Pada kesempatan ini, Rusmadi juga menyampaikan, teknik wawancara ada dua yakni langsung tidak langsung. Langsung di sini tatap muka dengan narasumber dan tidak langsung dengan cara menggunakan telpon untuk mewawancarai narasumber.

“Ketika kita ingin mewawancarai narasumber tentu memperkenalkan dulu diri kita. Apalagi kita wartawan pemula narasumber belum kenal sama kita,” ungkapnya.

Katanya lagi, seseorang yang bertugas dilengkapi Id Card dari perusahaan tempat dia bekerja tersebut dan bahkan dilengkapi Id Card kompetensi bagi wartawan yang sudah lolos Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).

Rusmadi juga menambahkan, kalau pun tidak bekerja di media, atau sebagai seorang wartawan paling tidak memahami ilmu jurnalistik dasar.

“Apalagi adek adek nanti setelah tamat kuliah dan menjadi pejabat minimal bisa membuat rilis,” bebernya.

Salah seorang peserta Naufal, mengucapkan terima atas ilmu jurnalistik yang telah diajarkan, sebagai pengetahuan di dunia jurnalis.

“Paling tidak kami sedikitnya memahami bagaimana kerja jurnalis atau wartawan dalam menyajikan berita di media,” katanya.

Inilah nama nama mahasiswa yang ikut ilmu jurnalistik.

Angga mahasiswa FISIP Unsyiah.
Yusrial mahasiswa FISIP Unsyiah.
Dia Ulhaq mahasiswa FISIP UIN.
Naufal mahasiswa FISIP Unsyiah.
M. Saleh Yusuf mahasiswa FISIP Unsyiah.
M. Zaldi mahasiswa FISIP UIN.
M. Husaini mahasiswa FISIP Unsyiah.