Mengamuk, Penderita Ganguan Jiwa Bakar Tiga Rumah

Keteragan foto : Kapolsek Timang Gajah beserta masyarakat setempat menangkap pelaku yang memiliki ganguan jiwa usai melakukan pembakaran di Timang Gajah Sabtu (6/7).MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Mengamuk, seorang pemuda R (25) diduga mengalami ganguan jiwa melukai seorang nenek dan membakar tiga unit rumah di Kampung Timang Gajah kecamatan Gajah Putih Sabtu (6/7) kemarin.

Kapolsek Timang Gajah Iptu Jufrizal kepada Rakyat Aceh, Minggu (7/7) menyampaikan, sebelum membakar ketiga unit rumah, tersangka terlebih dahulu melukai neneknya Sritani (60) pada bagian kening menggunkan senjata tajam.

“Hasil keteranhan pihak Puskesmas, korban mengalami luka di bagian kening dengan kedalaman 2 centimeter dan lebar 3 centimeter,” ungkap Kapolsek.

Selanjutnya, tersangka membakar tiga unit rumah warga setempat yakni milik Safaruddin (38), Mahdi (27) dan Ridwansyah (45), mengakibatkan harta benda korban hagus terpanggang, diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Diceritakannya, sekira pukul 11.00 WIB, saksi mendengar teriakan meminta tolong dari rumah nenek tersangka. Setelah masuk kedalam rumah, saksi melihat kening nenek berdarah, selanjutnya saksi meminta bantuan kepada adiknya membawa korban ke Puskesmas namun tersanhka juga mengejar saksi dengan memegang sepotong kayu broti.

Setelah saksi menyelamatkan diri dari pengejaran, tiba-tiba saksi melihat kobaran api dari belakang rumah dan melihat tersanhka melarikan diri ke semak-semak bagian belakang rumah yang terbakar,” jelasnya lagi.

Menurutnya, berdasarkan informasi warga setempat, tersanhka baru dijemput dari poli jiwa RSJ Datu Beru Takengon pada tanggal 5 Juli 2019 oleh keluarganya.
“Hasil interview dengan keluarga korban, penjemputan terhadap R dari RSJ berdasarkan hasil pemeriksaan dokter setempat yang menyatakan bahwa dia sudah bisa dirawat jalan,” ujarnya.

Kapolsek menambahakn, saat ini tersanga sudah dikembalikan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah sakit jiwa. “Tersangka sangat agresif dan menyerang siapa saja yang ia tidak kenal sehingga ketika di amankan di sel posek kita juga sangat kewalahan sebab pelaku meronta-ronta”, tegasnya. (uri/min)