Gubernur Kepri Terjaring OTT KPK

KEPRI (RA) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri Edy Sofyan di Markas Polres Tanjungpinang, Rabu (10/7) malam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang dihubungi Batam Pos (Group Rakyat Aceh) mengatakan, Nurdin dan Edy diperiksa setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Daerah Tanjungpinang yang merupakan rumah dinas gubernur. Total ada enam orang yang ditangkap KPK.

Informasi yang diperoleh Batam Pos (Jawa Pos Group), Nurdin dan Edy beserta empat orang lainnya disergap KPK pukul 20.45 WIB. Mereka kemudian dibawa ke Markas Polres Tanjungpinang.

Setelah Tim KPK beserta tangkapannya masuk ke area Polres, gerbang Polres langsung ditutup dan dijaga personel Brimob bersenjata laras panjang. Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali membenarkan ada yang diperiksa KPK di dalam.

“Tapi siapa yang diperiksa dan dalam kasus apa, bukan kapasitas saya menjelaskan. Saya hanya menyediakan fasilitas,” katanya, dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (10/7).

Puluhan wartawan dan warga hingga pukul 22.15 WIB berkerumun di depan gerbang Polres menunggu perkembangan pemeriksaan Nurdin. Sepanjang hari ini, Rabu (10/7), Nurdin sebenarnya lebih banyak beraktivitas di Kota Batam.

Pagi hari, ia hadir dalam perayaan Hari Bhayangkara di Markas Polda Kepri. Nurdin hadir bersama ratusan tamu lainnya di acara itu.

Setelah itu, ia meluncur ke Restoran Sop Ikan Yong Kee di Batam Center. Di sana, ia bertemu dengan sejumlah pengurus serikat buruh membicarakan masalah upah sektoral Kota Batam.

Menjelang Ashar, ia berangkat ke Pelabuhan Telagapunggur untuk menyebrang ke Tanjungpinang. Seorang stafnya sempat mengingatkan Nurdin agar tak pergi ke Tanjungpinang dan tetap di Batam saja.

Alasannya karena pada Kamis pukul 07.00 WIB, Nurdin akan berangkat ke Jakarta dari Batam. Ia dijadwalkan menghadiri sebuah acara di Jakarta pukul 14.00 WIB. Namun, Nurdin menolak saran stafnya itu.

“Banyak berkas yang harus ditandatangani di Tanjungpinang,” katanya kepada staf tersebut.

Akhirnya, tiket Nurdin ke Jakarta dijadwal ulang menjadi pukul 09.00 WIB dari Batam, lantaran ia berencana menginap di Tanjungpinang dan pagi hari akan menyeberang kembali ke Batam untuk terbang ke Jakarta. Dengan menggunakan kapal feri milik Pemprov Kepri, Nurdin dan beberapa kepala dinas dan pegawai Pemprov Kepri menyeberang ke Tanjungpinang.

Mereka sampai menjelang Magrib. Di pelabuhan Tanjungpinang, mereka berpisah ke rumah masing-masing.

Nurdin dan beberapa ajudannya meluncur ke rumah dinasnya yang hanya berjarak 100 meter dari pelabuhan. Rupanya, KPK sudah menunggu Ketua DPW Nasdem itu di sana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain menangkap pejabat Pemrov Kepulauan Riau, dalam operasi kedap tersebut tim KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti uang dugaan suap dalam bentuk pecahan mata uang asing sebesar SGD 6 ribu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, para pihak yang diamankan ini ditangkap lantaran melakukan dugaan tindak pidana suap menyuap terkait terkait izin lokasi rencana reklamasi. Saat ini para pihak yang telah diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif, guna ditentukan status hukumnya dalam waktu 1×24 jam. (jawa pos)