Ghazali Abbas Minta Pemerintah Berikan Peluang AirAsia Buka Rute Penerbangan Aceh – Jakarta

Ilustrasi maskapai penerbangan AirAsia (Istimewa/JAWA POS)

BANDA ACEH (RA) – Anggota DPD RI Perwakilan Aceh Ghazali Abbas Adan meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan peluang kepada maskapai swasta AirAsia untuk membuka rute penerbangan baru yaitu Banda Aceh – Jakarta. Hal itu dikarenakan rute Banda Aceh-Jakarta tidak termasuk dalam rute tiket murah yang diterapkan oleh Lion Air dan Citilink.

Hal tersebut disampaikan oleh Ghazali Abbas Adan, Selasa (16/7/2019) menyikapi rencana AirAsia membuka rute domestik baru di Indonesia, terutama Banda Aceh-Jakarta.

Anggota Komite IV yang membidangi keuangan dan anggaran itu menambahkan faktanya dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak masyarakat Aceh yang pulang pergi ke Jakarta melalui Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia. Karena memang ongkosnya lebih murah dibandingkan dengan penerbangan domestik rute dalam negeri. Kendatipun harus dengan waktu tempuh yang lebih lama, tetapi ongkosnya lebih hemat.

Adalah berita yang menggembirakan bagi masyarakat Aceh tentang rencana perusahan jasa penerbangan Air Asia yang akan membuka rute Aceh-Jakarta. Kegembiraan ini sangatlah beralasan karena membayangkan ongkosnya akan lebih murah dibandingkan dengan perusahaan jasa penerbangan nasional di rute yang sama,” Kata Ghazali Abbas.

Senator Aceh ini mengharapkan otoritas penerbangan nasional dapat segera meresponnya dengan positif dan nyata terhadap rencana AirAsia tersebut dengan ongkos yang lebih murah itu. Sekaligus ikut berperan meringankan warga negeranya pulang pergi Banda Aceh-Jakarta dengan ongkos yang lebih ringan dan waktu tempuh yang normal.

“Tentunya sangat aneh apabila pemerintah Indonesia yang dalam hal-hal tertentu sudah berusaha memberi kemudahan dan keringanan hidup bagi warga negaranya. Akan tetapi tidak memberikan hal yang sama berkaitan dengan jasa penerbangan yang juga dibutuhkan warga negaranya itu, yakni warga negara Indonesia yang berpergian Banda Aceh-Jakarta untuk mendapatkan kemudahan dan keringanan,” jelas Ghazali Abbas.

Mantan anggota MPR/DPR RI mewakili daerah Aceh periode 1992-2004 ini menambahkan disisi lain pimpinan perusahaan penerbangan domestik haruslah rela dengan rencana AirAsia itu. Karena memang faktanya perusahaan penerbangan domestik tidak kunjung mampu menurunkan harga jasa penerbangannya kepada masyarakat, khususnya bagipengguna jasa penerbangan Banda Aceh-Jakarta.

Adalah sangat tidak manusiawi dan bahkan terkesan kapitalistik a-nasionalis, ketika dia tidak mau/tidak mampu memberi kemudahan dan keringanan kepada saudara sebangsanya. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan juga tidak rela kalau ada pihak lain yang mau dan mampu memberikannya. Mudah-mudahan perusahaan penerbangan domestik di Indonesia tidaklah demikian karakter dan perilakunya, karena ia bertentangan dengan doktrin nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam dasar dan ideologi negara Indonesia Pancasila,” pungkas Ghazali Abbas. (ra)