Hari Ini Rekor Kedatangan Jamaah di Makkah

Net

Laporan M. Hilmi Setiawan dari Makkah

Harianrakyataceh.com – Proses pergerakan calon jamaah haji (CJH) Indonesia dari Madinah menuju Makkah sudah berjalan sejak Minggu (14/7) lalu. Untuk sementara, hari ini (16/7) merupakan rekor kedatangan jamaah terbanyak dari Madinah. Tercatat jumlahnya mencapai 6.594 orang.

Menurut keterangan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, seluruh jamaah yang datang ke Makkah hari ini tergabung dalam 16 kloter. Mereka berasal dari embarkasi yang beragam. Di antaranya adalah embarkasi Solo, Surabaya, Jakarta Pondok Gede, dan Jakarta Bekasi. Kemudian ada juga jamaah dari embarkasi Lombok dan Batam.

Rombongan pertama yakni kloter SOC (Solo) 01 berangkat dari Madinah pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau 11.00 WIB. Mereka diperkirakan sampai di Makkah pada 13.00 WAS (17.00 WIB). Rombongan SOC 01 terdiri dari 350 orang dan ditempatkan di kawasan Jarwal.

Sementara kedatangan terakhir jamaah kloter PDG (Padang) 02 yang berjalan dari Madinah pukul 16.00 WAS dan diperkirakan sampai di Makkah 22.00 WAS. Mereka terdiri dari 391 orang dan ditempatkan di wilayah Raudhah 2.

Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Asep Subhana menuturkan, pada prinsipnya Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan bus shalawat. Bus ini tugasnya sebagai angkutan jamaah dari pemondokan ke Masjidilharam. Beredar informasi ada rombongan jamaah bersama kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) menyewa bus sendiri untuk menuju ke Masjidilharam.

’’Terkait adanya (informasi, Red) KBIH yang sewa bus di luar sepengetahuan kita, sebetulnya kita melarang hal seperti itu,’’ tuturnya. Sebab Asep menegaskan layanan bus shalawat disiapkan untuk jamaah haji secara gratis. Selain itu di setiap halte maupun terminal pemberhentian di sekitar Masjidilharam sudah ditempatkan petugas.

Sementara itu memasuki hari ketiga jamaah di Madinah, ada tiga orang jamaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Kepala Seksi KKHI Makkah Muhammad Imran menuturkan jamaah yang dirawat ada dua orang perempuan dan satu orang laki-laki.

’’Karena gangguan nafas dan satu rawat lanjutan dari Madinah,’’ katanya. Imran mengatakan seluruh jamaah yang dirawat itu ditempatkan di kamar rawat inap biasa. Bukan di ruang rawat inap intensif (intensive care unit/ICU). Imran meminta doa supaya seluruh jamaah Indonesia diberkan kesehatan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Hilmi Setiawan