Terkait Usaha Ternak Ayam Warga Sapta Jaya Demo Kantor Bupati Atam

Sebelum berunjukrasa ke kantor Bupati Atam, para pendemo sempat berorasi di Kantor Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Selasa (16/7). (ist)

ACEH TAMIANG (RA) – Warga Pemukiman Sapta Jaya, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang (Atam) menggelar unjukrasa di kantor Bupati Aceh Tamiang. Mereka menolak tuduhan kepada Datok Penghulu Desa Jamur Jelatang, Juparto dan warganya atas tuduhan pencurian dan perusakan usaha ternak ayam, Selasa (16/7).

Warga meminta Bupati Atam, Mursil memberikan bantuan hukum kepada Datok Penghulu Desa Jamur Jelatang dan beberapa warga lainnya atas tuduhan pengrusakan dan pencurian ternak ayam. Mereka juga meminta bupati bertindak atas kepastian hukum terhadap keberadaan usaha ternak ayam dipemukiman tersebut.

Pemukiman Sapta Jaya, Kecamatan Rantau merupakan wilayah pemukiman yang membawahi tujuh desa, yakni, Desa Jamur Jelatang, Desa Jamur Labuh, Desa Suka Rahmat, Desa Suka Jadi, Desa Suka Rakyat, Desa Suka Mulia, dan Desa Ingin Jaya.

Warga tujuh Desa tersebut menolak usaha ternak ayam yang menyebabkan adanya wabah lalat di wilayah itu.

Datok Juparto kepada wartawan mengatakan, tuduhan yang ditujukan kepadanya tidak benar, tidak ada bukti apapun yang membuktikan kalau pada bulan Januari lalu dirinya melakukan pengrusakan dan pencurian, oleh sebab itu dirinya merasa keberatan atas tuduhan tersebut.

Dalam aksi demo itu, informasi yang diperoleh wartawan, Juparto dipanggil oleh bupati, kemungkinan Senin depan akan ada negosiasi perdamaian dilakukan di pengadilan. Menurut informasi, Juparto tetap merasa keberatan atas tuduhan tersebut, karena dirinya dan warganya merasa tidak bersalah.(urd/slm)