Maksiat Merajalela di Negeri Sepakat Segenap

ilustrasi

PMII
KUTACANE (RA) – Merajalelanya kemaksiatan seperti khalwat dan perjudian membuat kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh Tenggara gerah. Merekapun menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor MPU Aceh Tenggara.

Dalam orasinya, Muhammad Qadri, penangungjawab aksi mengatakan, dua tahun pemerintahan Raidin Bukhari, namun pihaknya menilai penegakan Qanun Aceh No 13 tahun 2013 tentang Syariat Islam masih sangat lemah.

“Saat ini di Aceh Tenggara negeri Sepakat Segenap sangat mudah ditemukan para pelanggar Qanun Syariat Islam, baik perjudian maupun tempat para muda-mudi bermesum ria atau khalwat,” kata Qadri.

Tidak hanya itu, keberadaan MPU seharusnya bisa mendukung penegakan Syariat Islam yang kaffah di daerah ini juga belum menampakkan hasil. Bahkan terkesan adanya pembiaran dari para pejabat terkait. Seperti perjudian yang menjamur dan lokasi remaja maksiat yang merajalela.

“Hampir semua desa menurut amatan kami tersedianya perbuatan perjudian serta lokasi maksiat di Bukit Cinta Mbrung Babussalam yang semakin terang-terangan,” jelasnya.

Hal sama juga disampaikan, Romi, pihaknya mendesak MPU daerah ini berperan aktif dalam memberantas penyakit masyarakat tersebut. Dan Perlu memanggil instansi terkait untuk mencari solusi dalam memberantas aksi melanggar Syariat Islam tersebut.

Adapun kedatangan ke Kantor MPU Aceh Tenggara di sambut oleh Sekretaris MPU, Amin Ramud serta berjanji tuntutan para pendemo akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP. (val/han)