Kijang Dijadikan Transfortasi Umum Salahi Aturan

Zufridar. Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh
BANDA ACEH (RA) –  Masyarakat yang membutuhkan kendaraan transfortasi roda empat untuk tidak menggunakan  mobil pribadi yang modusnya dengan membawa penumpang. Pasalnya, tindakan ini bisa menyalahi aturan dan merugikan pihak pengusaha yang berbadan hukum.

“Mobil pribadi digunakan transfortasi umum masih marak di Aceh, dan bila terjadi kecelakaan mobil yang ditumpangi yang bukan angkutan umum bisa jadi tidak ada asuransinya,” tegas Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banda Aceh, Zufridar, Minggu (20/7), kepada Rakyat Aceh.

Ia menyebutkan, kendaraan plat hitam yang beroperasi untuk membawa penumpang tidak hanya di wilayah Barat Selatan, akan tetapi ada di bagian Timur, maupun Tengah.

“Untuk di wilayah Barat Selatan kami mencatat ada 80 mobil plat hitam dan belum lagi di wilayah lain,” ungkapnya.

Diakuinya, kendaraan rental bila mengikuti aturan tidak dilarang akan tetapi salahnya mobil pribadi yang digunakan untuk umum dan secara badan hukum mereka pun tidak legal.

“Kami mengharapkan kepada instansi terkait baik itu Dinas Perhubungan Aceh, C/Q Dirlantas Polda Aceh dan pihak terkait untuk melarang dan membasmi mobil liar itu,” pintanya.

Ia mengatakan, kendaraan yang berbadan hukum dengan plat kuning sebagai kendaraan umum yang legal. Dan apabila ada asuransinya maka setiap penumpang yang terkena musibah akan ditanggung pihak asuransi.

“Bahkan kalau terjadinya kecelakaan disediakan asuransi untuk Rp. 50 Juta perijiwa dan biaya pengobatan Rp 25 juta,” ungkapnya.

Zufridar menyampaikan, dengan banyak mobil kijang rental sehingga bisa membuat armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) sepi.

“Kalau Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) masih stabil saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan pengguna mobil rental tidak bisa dibiarkan sebab, bila dibiarkan maka akan semakin bertambah pengusaha dari mobil rental tersebut.
“Kalau sekarang dengan banyaknya kendaraan pribadi roda empat tidak ada pengaruh. Asalkan jangan dijadikan kendaraan umum bawa penumpang,” ungkapnya.
Zufridar menyampaikan, sekarang dengan naiknya harga ticket pesawat, banyak penumpang yang sudah beralih dan menggunakan bus atau L300.
“Sekarang masyarakat banyak yang naik kendaraan roda empat (bus) karena tiket pesawat yang semakin mahal,” pungkasnya. (adi)