Ratusan Rumah dan Pertanian Terendam Banjir

BANJIR : Petani mencoba menyelamatkan bulir padinya dari terendam banjir, Minggu (21/7).

Harianrakyataceh.com – Banjir setinggi lebih dari satu meter, merendam ratusan rumah pribadi milik warga dan juga merendam lahan pertanian yang sedang panen padi di Kabupaten Simeulue, Minggu (21/7).

Selain rumah dan areal pertanian juga, merendam fasilitas jalan umum yang hanya dapat dilalui dengan menggunakan rakit darurat.

Juga terjadi longsor yang merusak satu unit rumah milik warga, termasuk fasilitas tiang lisrik milik PLN sehingga dilakukan pemadaman serentak di pulau Simeulue. Hal itu dijelaskan Zulfadli. ST. M. AP, Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Simeulue, yang saat ini masih melakukan pendataan dan evaluasi dampak bencana di sejumlah titik yang terjadi ddi sejumlah Kecamatan, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (21/7).

“Cuaca ekstrim berupa hujan deras dan angin kencang, menimbulkan sejumlah bencana alam di Kabupaten Simeulue, menyebabkan banjir setinggi lebih dari satu meter merendam, rumah, jalan umum, persawahan.

Juga terjadi longsor, pohon tumbang serta tiang listrik, sehingga sempat terjadi pemadaman serentak,” katanya. Masih menurut dia, banjir telah berangsur-angsur
surut namun untuk kondisi cuaca dan curah hujan masih terjadi yang disertai angin kencang, sehingga diminta warga untuk tetap waspada, dan dampak dari bencana banjir itu belum ada warga yang mengungsi dan estimasi kerugian masih dihitung pihak
Pusdalops BPBD Simeulue.

“Estimasi kerugian belum diketahui, sebab saat ini masih dilakukan pendataan dilapangan, namun banjir yang rata-rata karena luapan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) telah surut.

Warga belum ada yang mengungsi namun kita imbau tetap waspada terhadap cuaca yang masih ekstrim dengan curah hujan tinggi dan angin kencang,” imbuhnya.

Banjir luapan air berasal dari sungai itu, juga sempat memasuki dan mengepung simpang lima, salah satu titik pusat kota Sinabang, Kabupaten Simeulue.

Ini memaksa pungguna jalan umum di kawasan Desa Abail, Kecamatan Teupah Tengah, untuk naik rakit darurat serta telah menimbulkan sampah kiriman.

Amatan Harian Rakyat Aceh, disejumlah lokasi titik banjir, warga masih melakukan bersih-bersih  rumah dan menyelamatkan harta bendanya ketempat yang tinggi, dan petani juga berupaya menyelamatkan buah padi yang sedang menguning setelah
surut air.

KMP Labuhan Haji Batal ke Simeulue Sementara dilaporkan juga, akibat cuaca ekstrim
di perairan Aceh Selatan, kapal pelayaran KMP Labuhan Haji yang sedang berlayar menuju ke Pulau Simeuleu terpaksa harus kembali ke Labuhan Haji.

Padahal kapal sudah berlayar sekitar dua jam pada Minggu (21/7). “Harus kembali karena cuaca dan gelombang yang mencapai 5 meter, sehingga tidak memungkinkan melanjutkan pelayaran ke Simeulue,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Labuhan Haji, Yulmahendra kepada
wartawan.

Yulmahendra menjelaskan, KMP Labuhan Haji berangkat pada pukul 05:00 WIB pagi tadi dan terlihat kembali pada pukul 08:00 WIB ke pelabuhan
Labuhan Haji.

Sebanyak 300 penumpang yang hendak menyebrang ke Simeulue juga terpaksa harus tertunda sementara hingga kondisi cuaca stabil.

“Untuk saat ini KMP Labuhan Haji ditunda keberangkatannya, setelah kondisi cuaca membaik baru melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Simuelue,” katanya. Dikatakannya, sedangkan untuk tiket yang sudah dimiliki penumpang akan tetap berlaku untuk pelayaran
nanti. (ahi/yat/min).