Program BUMN Hadir untuk Negeri 46 Siswa SMA Ikut Seleksi

Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd, memberi kata sambutan pada kegiatan seleksi Siswa Mengenal Nusantara (SMN) pada program BUMN Hadir untuk Negeri di aula kantor PLN UIW Aceh, Selasa (23/7). IST/FOR RAKYATACEH

BANDA ACEH (RA) – Sebanyak 46 siswa SMA sederajat dari 23 kabupaten/kota di Aceh mengikuti seleksi Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di kantor PT PLN UIW Aceh, Banda Aceh, Selasa (23/7).

Plh General Manager PT PLN UIW Aceh, Didik Wicaksono, usai pembukaan seleksi SMN mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 23-24 Juli 2019 dengan bekerjesama dengan Dinas Pendidikan Aceh.

“Ini salah satu bentuk kepedulian PT PLN, dimana PLN ikutserta dalam program BUMN Hadir untuk Negeri. Alhamdulliah untuk Aceh, PLN UIW Aceh bersama dengan PT Adhi Karya dan PT PTPN 1 dipercaya melaksanakan program ini,” sebut Didik.

Kata Didik, program ini dilaksanakan agar para generasi muda Aceh mengenal budaya di luar Aceh dengan wawasan nusantara lebih baik lagi dan diharap para siswa yang mengikuti seleksi SMN ini dapat meningkatkan pengetahuan baik dari budaya dan sisi lainnya, sehingga memasuki jejang selanjutnya atau didunia kerja tidak terkaget-kaget.

Disisi lain, ia juga menambahkan sebagai penanggungjawab utama dalam program BUMN Hadir untuk Negeri, PT PLN Wilayah Aceh telah melakukan sejumlah kegiatan yang dimulai sejak bulan Ramadan 1440 H, diantaranya gelar buka puasa dengan 1.000 anak yatim dan pemberian santunan serta menyerahkan bantuan 1.000 Alquran untuk Provinsi Aceh.

Kemudian membantu sarana ibadah dan pesantren, bantuan pemasangan listrik, pembangunan MCK dan penyediaan sarana air bersih.

Sementara Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd mengatakan progam SMN ini salah satu program pemerintah dalam rangka mendorong BUMN untuk memberi perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk peningkatan implementasi pendidikan karakter bangsa.

“Ini tahun ke tiga pelaksanaannya, dimana Disdik disetiap provinsi melakukan seleksi semua siswa yang ada di kabupaten/kota tentunya bekerjasama dengan BUMN yang di provinsi,” katanya.

Katanya, tahun 2019 ini PT PLN bersama BUMN lain di Aceh ditunjuk dan membiayai kegiatan ini. Syaratnya sangat ketat. Dari persyaratan setiap kabupaten/kota harus diundang dua perwakilan untuk mengikuti seleksi dan dalam seleksi setiap kabupaten/kota dipilih satu perwakilan.

“Tidak boleh peserta kabupaten/kota tidak memenuhi persyaratan akan diganti peserta kabupaten/kota lain. Tidak dapat hadir hari ini (kemarin) harus diseleksi menyusul. Yang penting semua kabupaten/kota yang ada disetiap provinsi itu harus ada utusan,” sebut Syaridin.

Pada kegiatan ini, sebut Syaridin, yang paling penting pada kegiatan ini adalah siswa yang ikut seleksi yang memiliki wawasan tentang nusantara, mengenal daerahnya, keberagaman budaya, sejarah, adat istiadat.

“Bukan akademik yang dinilai, karena saat pertemuan SMN tingkat nasional di Banten pada tanggal 14 Agustus 2019, akan terjadi pertukaran dan pemahaman budaya, sejarah dari daerah masing-masing,” sebutnya.

Ia juga berpesan kepada dewan juri untuk benar-benar memilih siswa-siswi yang memiliki kemampuan lebih termasuk di dalamnya mampu memahami akan wawasan nusantara dari Sabang sampai Maraoke, khususnya adat, budaya, sejarah dan kekhususan yang dimiliki provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Ketua Panitia Progam SMN 2019, Zulkifli mengatakan sebanyak 46 peserta tersebut akan mengikuti seleksi selama dua hari yang meliputi materi budaya, kewirausahaan, pengetahuan dan wawasan nusantara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri SRM, SDM dan Umum Yoserianto SRM. Keuangan Devariza, Manajer Komunikasi PT PLN Wilayah Aceh T Bahrul Halid, Asisten Manajer CSR dan PKBL PT PLN Wilayah Aceh Rahmad Ardiansyah dan pejabat di lingkungan PT PLN Wilayah Aceh dan juga Dinas Pendidikan Aceh. (bai)