Pemerintah Harus Apresiasi Dayah

Rakyat Aceh

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil
ACEH TAMIANG (RA) – Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil membuka pelatihan sistem pengasuhan santri dayah di gedung SKB Karang Baru. Acara berlangsung selama dua hari, sejak 25 hingga 27 Juli 2019.

Bupati mengatakan, Pemkab Aceh Tamiang, sangat mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan kapasitas bagi akademik maupun ustadz, pengasuh dan santri. Apalagi mengingat pendidikan dayah merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter bangsa.

Dalam perjalanan sejarahnya, kata Mursil, peran dayah memberi warna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kontribusi yang diberikan tersebut, maka pemerintah wajib hadir dan memberikan apresiasi kepada dayah dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat.

Salah satu “misi” Pemkab Aceh Tamiang adalah meningkatkan pemahaman dan pengamalan Dienul Islam.

Oleh karena itu Pendidikan Dayah memiliki peran meningkatkan kualitas pengamalan Syariat Islam, sehingga tercipta masyarakat yang beretika, berkarakter dan melahirkan nilai-nilai keteladanan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat sesuai dengan Visi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang yaitu “Aceh Tamiang Mandiri Dan Berdaya Saing Menuju Masyarakat Islami Yang Sejahtera”.

Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan Dayah melaksanakan kegiatan Pelatihan Sistem Pengasuhan Santri Dayah pada Tahun 2019, bertujuan meningkatkan Kualitas dan Pengembangan diri para santri Dayah serta bimbingan dan konseling bagi para pengasuh menerapkan pola asuh santri di lembaga pendidikan berbasis asrama.

Kegiatan Pelatihan Sistem

Pengasuhan Santri Dayah lanjutnya merupakan langkah kemajemukan para pimpinan dayah Aceh Tamiang, dalam mengelola dayah dan menerapkan ilmu pola asuh santri di setiap dayah. Selain itu, sebagai bentuk pengawasan dan perhatian Pemerintah Daerah terhadap pendidikan-berbasis Asrama.

Pengawasan terhadap lembaga pendidikan berbasis asrama merupakan tugas pemerintah, sebagai upaya mengetahui secara langsung aktivitas dan kegiatan dayah serta materi yang diajarkan, sehingga diharapkan dayah di Aceh Tamiang berdiri kokoh diatasnya pengamalan manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Pada acara tersebut hadir Wakil Bupati Aceh Tamiang, Unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim 0117 /Aceh Tamiang, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Kepala Kantor Kementerian Agama, Para Kepala SKPK dan Para Pimpinan Dayah/Pesantren se- Aceh Tamiang. (urd/slm)