BPBD Simeulue Salurkan Bantuan Korban Banjir

Personil BPBD Simeulue, menurunkan bantuan sembako untuk korban bencana banjir dari atas truk ke kantor Pemerintah Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, Minggu (28/7). Ahmadi/Harian Rakyat Aceh ‎

SIMEULUE (RA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, menyalurkan bantuan Sembako kepada korban bencana alam banjir yang tersebar di 4 kecamatan.

Penyaluran Sembako yang terdiri dari beras, minyak makan, minuman air mineral, ikan kaleng dan Mie Instan diserahkan langsung ke Pemerintahan Desa, dan kemudian pihak desa yang menyerahkan kepada korban banjir.

“Ada 4 kecamatan yang ditangani dan disalurkan pihak BPBD yaitu, Kecamatan Simeulue Timur, Teupah Tengah, Teupah Selatan dan Teluk Dalam.

Sedangkan penyaluran bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Tupah Barat, ditangani pihak Dinas Sosial,” sebut Renita MST, Kasi Logistik BPDB Simeulue, saat menyalurkan bantuan sembako kepada korban bencana banjir di Kantor Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, Minggu (28/7/2019).

Dijelaskan, penyaluran bantuan Sembako untuk korban banjir, dilakukan selama dua hari di empat kecamatan dan satu kecamatan lagi sudah ditangani oleh Dinsos, dan bila nantinya kebutuhan bantuan ini tidak cukup, akan disuplay Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

Sebelumnya bencana banjir setinggi lebih dari satu meter telah merendam 22 desa di lima kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, Minggu (21/7), dan telah menimbulkan kerugian material milik korban banjir lebih dari Rp 11,6 miliar.

Bencana banjir telah merendam rumah 1.800 milik Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 22 desa yang ada di lima kecamatan, yakni Simeulue Timur. Teupah Tengah. Teupah Selatan. Teupah Barat dan Kecamatan Teluk Dalam.

Selain merendam rumah warga, juga banjir merendam areal pertanian, merusak jembatan penghubung, serta menyebabkan longsor jalan umum dikawasan Kecamatan Teluk Dalam.

Cuaca ekstrim yang menyebabkan tingginya intensitas hujan deras dan angin kencang dan telah mereda sejak Senin (22/7), juga sempat memaksa Kapal Feri dan Kapal Perintis untuk tidak berlayar. (ahi/han)