Haji Uma Tanggapi Persoalan Sawit di Aceh

Haji Uma mengecek kualitas sawit Aceh

harianrakyataceh.com (RA) – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma ikut menanggapi polemik kelapa sawit di Aceh, paska berakhirnya moratorium izin perkebunan kelapa sawit.

Dalam pernyataanya kepada media di Aceh, Sabtu (20/7/2019), anggota Komite II DPD RI ini berharap pemerintah Aceh memiliki perspektif konferhensif yang berpihak kepada lingkungan hidup dan masyarakat petani sawit di Aceh paska moratorium izin perkebunan sawit di Aceh berakhir.

“Menurut saya, bijakan sawit di Aceh paska moratorium mesti berorientasi pada 2 hal, lingkungan hidup dan keberpihakan bagi masyarakat petani sawit. Karena harus kita akui bahwa sawit disatu sisi memang memiliki dampak terhadap lingkungan hidup, namun juga menjadi sumber ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat”, ujar Haji Uma.

Karena itu, Haji Uma menilai jika sebaiknya izin perkebunan sawit kedepan perlu ditekan seminim mungkin dengan syarat aturan yang ketat dan sebaliknya fokus penting lebih kepada menata perkebunan yang telah ada saat ini dengan penerapan standar perkebunan sawit berkelanjutan di Aceh.

“Dalam konteks menjaga lingkungan hidup, perlu didorong penerapan ketentuan perkebunan sawit berkelanjutan atau ISPO untuk mendotong integrasi aspek ekologi, jasa lingkungan serta sosial budaya. Disisi lain dukungan bagi upaya bantuan peremajaan sawit rakyat agar kembali produktif meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat”, cetus Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan bahwa persoalan sawit semakin bertambah dengan adanya kebijakan negara eropa yang menempatkan sawit sebagai komoditas beresiko tinggi terhadap kerusakan hutan yang kemudian berdampak signifikan bagi anjloknya harga sawit saat ini.

Haji Uma menjelaskan bahwa dirinya sempat membicarakan perihal kebijakan Uni Eropa terkait sawit dalam suatu kunjungan kerja ke Perancis dan mendapat penjelasan bawa saat ini kebijakan itu sedang dibahas mendalam serta disamping itu pemerintah Indonesia dan Eropa juga tengah dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Untuk itu, Haji Uma kembali menegaskan bahwa sebaiknya Pemerintah Indonesia lebih fokus bagi peningkatan penerapan sawit berkelanjutan serta menyusun solusi bagi menyelamatkan petani sawit dari dampak serius oleh anjloknya harga jual karena kebijakan pasar global saat ini.

Salah satu upaya menyelamatkan petani dapat dengan pendekatan subsidi kepada petani. Hasil ini dikatakan senator yang ikut terlibat dalam tim UU tentang sawit bersama DPD RI ini muncul setelah proses pertemuan evaluasi dilapangan bersama dinas terkait serta petani sawit di Aceh beberapa waktu lalu. (ra)