Prediksi Kabinet Jokowi: Profesional Dipertahankan, Milenial Masuk?

Presiden Jokowi ketika bertemu dengan perwakilan parpol koalisi di salah satu restoran, Jakarta pekan lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA (RA) – Kursi menteri untuk kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi rebutan dari parpol pengusung di Pilpres 2019 lalu. Menteri yang bakal ditempati kalangan profesional diprediksi bakal mendapat tempat. Bahkan wajah lama dipertahankan.

Pengamat Politik UPN Veteran Jakarta Andriadi Achmad mengungkapkan, di tengah parpol sibuk menyiapkan nama untuk masuk barisan kabinet Kerja Jilid II, kalangan profesional atau nonparpol perlu diperhatikan. Sebab profesionalitasan mereka sangat dibutuhkan untuk bangsa dan negara.

Andriadi memprediksi hampir semuah menteri dari profesional bakal dipertahankan. Sebab selama mereka bekerja di Kabinet Kerja I menorehkan prostasi cukup bagus. Sebut saja, Sri Mulyani, Bambang Brojonegoro, Pratikno, Susi Pujiastuti, Budi Karya, Ignatius Jonan, Archandra Tahar, dan Basuki Hadimuljono.

“Hemat saya dari kalangan profesional masih diwakili wajah-wajah lama yang saat ini masih duduk dalam kabinet kerja jilid 1. Mereka dianggap berhasil dan mesti harus menuntaskan kinerja di periode kedua,” Andriadi kepada JawaPos.com, Rabu (31/7).

Sedangkan untuk kalangan generasi milenial, Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC ini meminta Jokowi untuk mempertimbangkannya. Pertimbangan itu bisa saja diakomodasi atau tidak. Selama ini para milenial itu berhasil di bidangnya masing-masing. Namun ketika dibawa ke pemerintahan, keahliannya belum tentu diadosi. Apalagi yang mereka hadapi di dalam kementerian para birokrat yang sudah malang melintang.

“Benarkah milenial ini akan masuk? Dikhawatirkan terjadi friksi dengan pejabat-pejabat di kementerian yang merasa sudah karatan, tiba-tiba dipimpin oleh anak muda,” bebernya.

Adapun sosok milenial yang disebut-sebut masuk dalam radar menteri di antarnya, Arif Rosyid (antan Ketum PB HMI), Tsamara Amani dan Grace Natalie (PSI), Nadiem Makarim (CEO Gojek), dan Ahmad Zaky (CEO Bukalapak).

Sementara itu untuk menteri dari parpol, Andriadi mengingatkan, agar setiap parpol menyiapkan sosok yang senafas dengan motto pemerintahan Jokowi-Ma’ruf “Kabinet Indonesia Kerja”. Artinya politisi dengan memiliki latar belakang profesional dan keahlian serta pengetahuan di bidangnya.

“Bursa politisi utusan parpol untuk pos menteri hendaknya memiliki profesonalitas dan keahlian serta pengetahuan di bidangnya, agar mampu menjalankan kerja di kementeriannya dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Parai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, ketua umumnya Airlangga Hartarto sudah memiliki nama-nama yang akan disodorkan ke Presiden Jokowi. ”Nama-nama tersebut sudah ada di kantong Ketua Umum Partai Golkar, Pak Airlangga Hartarto,” ujar Ace kepada wartawan, Rabu (31/7).

‎Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu menuturkan, Presiden Jokowi sudah meminta kepada Partai Golkar agar memberikan kader-kader yang berkualitas untuk dipilih menjadi menteri di pemerintahan.

“Presiden Jokowi meminta kepada Partai Golkar untuk mengisi portofolio kabinet yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya, tentu kami memiliki kader-kader untuk mengisi portofolio yang dikehendaki beliau,” katanya.

Ace meyakini Presiden Jokowi memiliki penilaian yang sangat objektif untuk memilih mana figur yang tepat dalam membantu dirinya di kabinet.

“Presiden Jokowi tentu tahu mengetahui mana figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan manajerial dan bertindak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang perlu diambil keputusannya,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra