Himpasay Launching dan Bedah Buku di STAIN Meulaboh

Himpasay Launching dan Bedah Buku di STAIN Meulaboh

MEULABOH (RA) –  Dua buku karya mahasiswa pascasarjana Aceh-Yogyakarta yang merupakan kombinasi pemikiran dari lintas disiplin dilaunching di STAIN Meulaboh, yakni buku ruang dan masyarakat baru dan  mapping Conflict Aceh dalam Perspektif Multi Disiplin, Rabu, (31/7) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan di kampus berbasis agama kebanggaan Barat Selatan Aceh ini difasilitasi langsung oleh P3M STAIN TDM, dihadiri oleh peserta berjumlah 50-an orang yang terdiri dari civitas akademika kampus STAIN dan UTU (dosen, mahasiswa).

Hadir sebagai pembedah  Dr. Anton Djamal (direktur Progresiv Institute) dan Irsan Adrianda yang pernah juga menjabat Sekum Himpasay (2011-2012).

Selain itu hadir juga Muhajir Al-Fairusy selaku editor dan juga penulis dalam salah satu buku karya intelektual muda Aceh. kandidat Doktor Antropologi UGM ini hadir juga sebagai wakil dari Penulis sekaligus pemantik dan moderator dalam even diskusi ilmiah tersebut.

Dalam paparannya, Dr. Anton Djamal mengrapresiasi isi buku, menurutnya dua buku ini cukup mewakili potret Aceh dan perubahan sosial yang benar-benar sedang kita hadapi paparnya. Lintas disiplin keilmuwan dalam buku ini menunjukkan betapa metodologis dan perbincangan pengetahuan di Jogja cukup hidup dalam memotret Aceh.

“Buku ini penting dibaca oleh pengambil kebijakan di Aceh dan jika perlu wajib dicetak banyak dan disebarkan oleh Pemerintah Aceh” paparnya sembari disambut tepuk tangan audience.

Pembedah kedua, Irsan Ardianda, berharap STAIN ke depan juga akan menjadi salah satu dapur produksi pengetahuan Aceh di Barat Selatan, dengan menerbitkan banyak buku berdasar hasil studi dan kajian mendalam.

Irsan juga bercerita panjang bagaimana laju dan pengalamannya membesarkan Himpunan Mahasiswa pascasarjana Aceh yogyakarta (Himpasay) sebagai sebagai wadah perkumpulan para pelajar Aceh di Jogjakarta, di mana namanya kini tersebar di seluruh instansi penting di Aceh.

Secara terpisah, dalam laporan tertulis, Ketua Himpasay, Heri Maulizal sangat mengapresiasi dan merasa bangga karena buku karya intelektual muda yang sedang menempuh magister dan doktoral dapat dibedah di STAIN TDM sebagai kiblat pendidikan agama Islam di pantai Barat Selatan.

Apalagi menurut Heri, buku ini nantinya juga akan terus dibedah dan didiskusikan ke kampus-kampus lain di Aceh, Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal dan beberapa kampus lainnya yang kini menjadi tempat pengabdian dan pengembangan pengetahuan para penulis buku.

“Karya ini adalah bentuk kontribusi Pelajar Jogja Untuk Aceh dalam mengambil kebijakan kedepan,” ujar ketua Himpasay yang juga Mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (mur/adi)