Gayo Lues Bangun Stadion Pacuan Kuda Berskala Nasional

Penonton pacuan kuda di Buntul Nege, Gayo Lues, Senin (5/8). BAMBANG YUDI/RAKYAT ACEH

BLANGKEJEREN (RA) – Pemerintah Kabupaten Gayo lues, berencana akan mengembangkan pembangunan Stadiun Pacuan Kuda Buntul Nege bersekala nasional.

Pada pengembangan pertama akan dilakukan dengan penambahan tribun baru 30 meter ke kiri dan 30 meter ke kanan. Selain lapangan pacu juga akan di perpanjang menjadi 1200 meter, dan rencana ini akan di realisasikan pada tahun 2020.

Demikian dikatakan Bupati Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, kepada awak media.
Menurutnya, pacuan kuda di Kabupaten Gayo Lues semakin diminati masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dari antusiasnya masyarakat menyaksikan pacuan kuda tradisonal yang di gelar setiap tahunnya sangat besar.

Sehingga stadiun yang berkapasitas sekira 20 ribu penoton ini tidak mampu lagi untuk menampung para penonoton.

Karenanya, ke depan nanti stadion pacuan kuda dapat menampung pencinta pacuan kuda tradisonal yang ingin menyaksikan secara langsung di Stadion Seribu Bukit. “Tujuan utama kita dalam kegiatan olahraga tradisional ini dapat menarik turis domestik maupun internasional.

Kita harapkan juga lapangan pacuan kuda Buntul Nege mendapat kesempatan menjadi lapangan pacuan kuda yang ikut dijadikan seleksi sebagai lapangan pacuan kuda pada PON 2024,” ujarnya.

Selain pengembangan Stadion Buntul Nege menjadi stadion pacuan kuda bertaraf nasional, Muhammad Amru juga akan mendorong kuda-kuda yang selama ini hanya dimiliki oleh para pejabat dapat juga dimiliki oleh petani dan masyarakat biasa, agar kuda –kuda lokal yang mulai tertinggal popularitasnya bisa bangkit kembali.

Selain itu, kuda-kuda asli Gayo Lues yang selama ini diberi nama kuda lokal akan diganti dengan sebutan Kuda Gayo.(yud/han)