Siswa Mengenal Nusantara Asal Banten Tiba di Aceh

BANDA ACEH (RA) – Sebanyak 23 pelajar SMA/SMK terbaik bersama 8 orang pendamping asal Provinsi Banten mengikuti kegiatan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) selama delapan hari (14 -22 Agustus 2019) di Provinsi Aceh. Kegiatan ini merupakan program BUMN Hadir untuk Negeri.

Acara penyambutan berlansung di kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh, Kamis (15/8).

General Manager PT. PLN (Persero) UIW Aceh, Jefri Rosiadi menyampaikan, program SMN merupakan pertukaran pelajar yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan difasilitasi oleh BUMN yang ada di Indonesia.

Selama berada di Aceh, para pelajar dari berbagai sekolah di Banten tersebut akan mempelajari soal budaya Aceh dan kondisi Aceh. Mereka juga akan memperkenalkan budaya Banten.

Maka itulah, nantinya akan ditempatkan di rumah penduduk. Sehingga mereka dapat mempelajari budaya Aceh dan menyatu dengan penduduk Aceh serta mengunjungi sekolah yang ada di Banda Aceh. Para siswa juga dapat berbagi informasi tentang Aceh dan menyampaikan keluar bahwa Aceh Aman dan damai.

“Aceh begitu istimewa semua wanita muslim berhijab. Kuliner di sini (Aceh) ada mie Aceh tadi para sisiwa sudah merasakannya. Kemudian kopi Gayo juga cukup terkenal hingga mancanegarq,” kata Jefri.

Dirinya juga menyampaikan bahwa kondisi Aceh cukup aman dan damai. Para siswa di Aceh nanti juga bisa menjelaskan bagaimana kehidupan dan keberagaman masyarakat Aceh.

Sementara Kasi Kesiswaan SMA Dinas Pendidikan Aceh, Amirudin menyampaikan kepada siswa program SMN asal Banten bahwa objek wisata dan kebudayaan di Aceh sangat banyak.

Salah satu ikon adalah Masjid Raya Baiturrahman. Kemudian ada juga rumah adat Aceh atau dalam bahasa Aceh disebut Rumoh Aceh. Selama berada di Aceh, tentunya akan berkesempatan melihat dan mengenal budaya Aceh.

Aceh juga punya kuliner yang sayang jika dilewatkan. Bahkan ada banyak terdapat warung kopi dan ada yang buka sampai larut malam. Ini menandakan jika kondisi Aceh sudah sangat aman.

“Para siswa bisa menjelaskan nantinya, saat kembali ke kampung halaman, bahwa Aceh sangat Aman. Sekali lagi kami juga ucapkan terima kasih kepada warga banten, atas sambutan siswa kami saat berada disana, pungkasnya.

Sementar Ketua SMN Banten, Andi Baktiar menyebutkan rombongan dari provinsi yang datang ke Aceh tersebut sebanyak 31 orang dan 23 orang merupakan pelajar yang dinyatakan lulus seleksi untuk program tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini dan mendapat jamuan makan mie Aceh, kopi dan juga disambut dengan tarian daerah yakni Tari Pemulia Jamee,” katanya.

Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Aceh, Sabaruddin mengatakan program pertukaran yang digagas BUMN memiliki peranan penting untuk menjadi perekat NKRI.

Ketua Forum Komunikasi BUMN Provinsi Aceh, Ediwardo Ritonga mengatakan keluarga besar BUMN di provinsi ujung barat Indonesia itu mendukung penuh program-program BHUN di provinsi tersebut.

“Seluruh Pengurus dan juga BUMN yang ada di Aceh siap mendukung dan menyukseskan program BHUN 2019 yang dalam hal ini akan dilaksanakan oleh PT PLN UIW Aceh bersama dengan Adhi Karya dan PTPN,” katanya.

Dalam kegiatan menyambut peserta SMN Banten tersebut turut dihadiri Vice Presiden CSR PT PLN Persero, Zubaidah, perwakilan Adhi Karya, SRM, SDM dan Umum, Yoserianto, Manajer Komunikasi PT PLN Wilayah Aceh, T Bahrul Halid, Asisten Manajer CSR dan PKBL PT PLN Wilayah Aceh, Rahmad Ardiansyah dan pejabat di lingkungan PT PLN Wilayah Aceh. (amr)