Seorang Kakek di Subulussalam Bakar Diri

Ilustrasi; foto hutterstock

SUBULUSSALAM (RA) – Warga Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib digemparkan adanya seorang kakek nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri di belakang rumah anaknya, Kamis (22/8).

Kepala Kampong Lae Saga, Rudi Hartono melalui sambungan telepon selulernya membenarkan aksi bakar diri tersebut.

Menurut Rudi, korban tercatat warga Desa Sikerabang yang masih satu Kecamatan dengan Lae Saga. Lantaran menderita sakit, korban tinggal di rumah anak perempuannya yang sudah berkeluarga di Dusun Mekar Sari, Kampong Lae Saga.

Ditambahkan, aksi bakar diri diperkirakan sekitar pukul 09.00 WIB di saat menantu laki-lakinya pergi ke kebun untuk mendodos buah kelapa sawit. Setelah menantunya pergi ke kebun, korban meminta anak perempuannya bernama Rosmala membelikan susu ke warung.

Lantaran kendaraan dibawa suaminya, Rosmala meminta ayahnya bersabar agar menunggu sepeda motor untuk jalan ke warung. Korban terus mendesak Rosmala agar pergi ke warung untuk membeli susu.

“Untuk memenuhi permintaan korban, Rosmala pergi ke warung dengan berjalan kaki. Jaraknya ada sekitar 800 meter dari rumahnya ” kata Rudi yang mengaku mendapat keterangan dari Rosmala.

Sepulangnya dari warung kata Rudi, Rosmala tidak lagi mendapati ayahnya yang sebelumnya ia tinggalkan berbaring di depan televisi. Rosmala pun mencari ayahnya di kamar namun tak ditemukan.

Selanjutnya Rosmala melihat asap dibelakang rumah dan menghampirinya “ternyata yang berasap itu ayahnya dengan keadaan terbakar. Melihat itu, Rosmala berteriak meminta tolong dan warga langsung datang tapi tidak bisa lagi tertolong karena sudah hangus, ” tambah Rudi.

Terpisah, Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda melalui Kapolsek Longkib, Iptu Bahari, S. PdI, melalui sambungan selulernya, mengatakan korban bernama Salman umur 72 tahun.

Diduga kata Bahari, korban frustasi karena menderita sakit gatal-gatal di sekujur tubuhnya namun tak kunjung sembuh.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan jiregen berisi minyak bensin masih tersisa dan satu mancis diduga digunakan sebagai alat membakar diri. Kondisi korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan keadaan pinggang keatas dalam keadaan hangus.

Pihak kepolisian dan warga langsung membawa korban ke RSUD dan kini sudah kembali di bawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Dugaan sementara karena frustasi lantaran penyakit gatal-gatal di tubuhnya tidak kunjung sembuh. Hasil olah TKP kita menemukan satu buah jeregen dan satu mancis yang diduga sebagai alat untuk membakar diri ” ungkap Bahari. (lim)