BNNP Aceh Buka Lahan Alternatif Development

Bupati Gayoe Lues M Amru bersama Kepala BNNP Aceh Brigjen Faisal dalam program alternative development di kabupaten itu, pekan lalu

Banda Aceh — Badan Narkotika Nasional Aceh bersama tiga pimpinan daerah bakal menambah ribu lahan produktif sebagai pengganti tanaman ganja di tiga kabupaten yakni Aceh Besar, Bireuen dan Gayo Lues.

Selain itu dua daerah yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah
juga sepakat memberikan lahan baru sebagai bentuk dukungan tanaman alternatif bagi petani setempat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh Faisal Abdul Naser mengatakan tiga daerah sudah memberikan lahannya yakni Pepelah, Pining Kabupaten Gayo Lues 30 hektar, Peudada, Kabupaten Bireuen 30 hektar dan Aceh Besar rencananya 20 ribu hektar.

Untuk bibit, kata jenderal bintang satu ini dibantu oleh plt Gubernur Aceh melalui Dinas Pertanian Aceh serta sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

‘Kita sangat bersyukur karena program yang dibuat mendapat sambutan positif dari pemeribtah Aceh beserta stake holder lainnya, ujar mantan Kabid Humas dan Kabid TI Polda Aceh.

Kehadiran BUMN dalam program BNN merupakan solusi dalam memperkuat pendanaan dan pendampingan terhadap program pembangunan alternatif yang dirancang untuk tidak lagi menanam tanaman yang beresiko dengan hukum.

Perusahaan yang menyatakan komitmennya membantu program penyaluran dana sosial dan pendampingan adalah Pegadaian, Japfa, Perusahaan Listrik Negara, Perusahaan Perkebunan Negara I, dan Adi Karya. Kita harapkan
program pembangunan alternatif penanggulangan penyalahgunaan narkoba di daerah rawan narkoba di Aceh berjalan dengan baik.

Setiap daerah dimana lahan dulunya bekas tanaman ganja kini ditanami palawijaya, seperti jagung, kopi, dan kunyit. Dengan adanya program ini, kami berharap warga tidak lagi menanam ganja,” sebut Faisal

Pada umumnya ditanami jagung karena pemerintah berkomitmen hasil panen akan ditampung oleh pemerintah melalui BUMN yang ada. Inilah peran pemerintah melalui perangkatnya membeli hasil petani yang harganya juga tidak jatuh.

Khusus Aceh saja, kata, kini ada 73.000 warga yang menggunakan narkoba. Ia khawatir jika tidak dicegah dari sekarang pengguna terus bertambah.

Bupati Gayo Lues Muhammad Amru mengatakan ia sangat mendukung program alternative development BNN di wilayahnya. Untuk saat ini saja, katanya ada lahan di Agusen, Gayo Lues, bekas lahan ganja ditanami kopi. Usia kopi sudah setahun, kemungkinan satu tahun lagi sudah mulai berbuah.

Kita terus mensupport masyarakat agar mau menanam tanaman bermanfaat sehingga membantu pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pemberdayaan ekonomi warga di daerahnya.

Saat ini, kata Amru ada sekitar 500 warga ikut dalam program pembangunan alternatif di wilayahnya dan terus dikembangkan agar sukses.

Sementara Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud juga menyambut baik program alternatif yang dilakukan BNNP Aceh. Ini dibuktikan dukungan agar terus berupaya mencegah ikut sosialisasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat Aceh.

‘Kita percaya kepada Pak Faisal yang sudah melakukan terobosan mencegah peredaran narkoba di Aceh’, kata Wali usai audensi dengan Kepala BNNP Aceh Brigjen Faisal Naseer beberapa waktu lalu. (imj)