Pukul Secara Seremonial: Sekjen Kewendikbud Didik Suhardi, Ph.D. (dua dari kanan) didampingi Asisten I Setda Aceh, M. Jakfar, (paling kanan) dan Ketua Panitia Pelaksana, Syaridin, (kiri) saat pemukulan bulu tangkis secara seremonial, di Gedung Utama Stadion Harapan bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rakyat Aceh/ Rusmadi

BANDA ACEH (RA) – Sebanyak 844 siswa tingkat SMA dan SMK siap bertanding pada Olimpiade Olaharaga Siswa Nasional (O2SN), yang berlangsung di Panggung Utama, Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Kegiatan pertandingan ini resmi dibuka Sekretaris Jendral Kemendikbud RI, Didik Suhardi, Ph.D, Senin (26/8), yang dihadiri Plt. Gubernur Aceh diwakili Asisten I Setda Aceh, Dr. M. Jakfar.

Ketua PanitiA pelaksana Syaridin menyampaikan kegiatan ini dilaksnakan sebagai wadah dalam mencari bakat dan minat di bidang olahraga.

Kadis Pendidikan Aceh ini juga mengungkapkan, ada beberapa tujuan dalam kegiatan ini. paling tidak dua diantaranya, eningkatkan rasa persauadaraan dan generasi dalam NKRI, serta menjaring generasi yang kompetensi di tingkat nasional maupun internasional.

“Peserta ini merupakan putra terbaik di 34 provinsi dari yang terbaik. Sebab sebelum bertanding di tingkat nasional mereka sudah diseleksia di tingkat Kabupaten/Kota maupu provinsi,” jelasnya.

Plt Gubernur Aceh, yang diwakili Asisten 1 Setda Aceh, Dr. M. Jakfar mengatakan, pemerintah Aceh sungguh sebuah kebahagiaan dengan dijadikanya Aceh sebagai tuan rumah dalam ajang O2SN di Banda Aceh.

“Kami dari pemerintah Aceh sungguh sangat menyambut baik sebagai tuan rumah<” ujarnya.

Dikatakannya, Pemerintah Aceh mengucapkan selamat datang rombongan baik peserta, kepala sekolah maupun dari rombongan Kementerian.

“Inilah daerah serambi mekkah yang menerapkan syariat Islam,” papar M Jakfar.
Dikatakannya, terpilihnya Aceh tuan rumah pihaknya sangat gembira dan bisa meningkatkan semangat belajar mengajar di dunia pendidikan baik di Aceh maupun di seluruh Indonesia pada umumnya.

“Semoga ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya akademik tapi juga non akademik,” ungkapnya lagi.

Sambungnya, sebagai tuan rumah pemerinta Aceh berupaya memfasilitasi sebaik mungkin tanpa ada kekurangan dan hambatan selama pertandingan.

“Tidak kami sia- siakan sebagai tuan rumah,” bebernya.
Ia berharap dari pertandingan di O2Sn ini dapat munculnya calon takut untuk masa depan bangsa dan kegiatan olimpiade bisa mejadi yang terbaik di Indonrsia dimulai dari Aceh.
“Aceh siap memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa di Indonesia,” jelasnya.

Didik Suhardi, mengungkapkan, pertandingan yang berlaga di O2SN merupakan atlet terbaik dari 34 provinsi dari seluruh Indonesia dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Banda Aceh.

Bumi Serambi Mekah Aceh, kali ini ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tuan rumah pelaksaan O2SN yang ke-12. Atlet-atlet yang dikirim ke tingkat nasional ini merupakan para pemenang pada kompetisi O2SN di tingkat propinsi.

“Ada lima cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yaitu karate akan dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Nanggroe, pencak silat di GOR Universitas Syiah Kuala, atletik di Stadion Harapan Bangsa, bulutangkis di GOR KONI Aceh, dan renang di Kolam Renang Batalyon Infanteri Raider, Mata Ie.

Ia mengatakan, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan salah satu upaya untuk membina kecerdasan kinestetis peserta didik sekaligus wahana untuk menyalurkan bakat, potensi, dan prestasi mereka di bidang olahraga.

Selain sebagai bagian dari pengembangan pendidikan olahraga, O2SN juga menjadi wadah penguatan pendidikan karakter peserta didik. Sebab, melalui O2SN, nilai-nilai diri yakni sikap sportif, jujur, gigih, tangguh, menghargai bakat dan prestasi diri sendiri dan orang lain, membangun persahabatan dan cinta tanah air juga ikut ditumbuhkembangkan disini.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA, Drs. Purwadi Sutanto mengatakan, melalui ajang ini, diharapkan atlet O2SN dapat menjadi “Generasi Sehat, Generasi Tangguh” dan dapat mengembangkan keterampilan 4C yakni berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), berkomunikasi baik (communication), serta mampu bekerjasama dengan pihak lain (collaboration), memiliki rasa percaya diri (self confidence) untuk menghadapi tantangan di era Industri.

Mengingat pentingnya kegiatan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas secara konsisten
menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya sejak tahun 2007. Struktur pembinaan dan proses seleksi terus dikembangkan mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga ke tingkat internasional.

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bukan sekadar tempat pengemblengan dan penempaan atlit-atlit. Tapi pada sisi lain, O2SN bisa menjadi salah satu wadah yang disiapkan untuk menghasilkan tempaan atlitatlit berprestasi hingga ke skala internasional.

“Salah satunya prestasi membanggakan pelajar Indonesia dari cabang karate adalah saat meraih peringkat tiga dunia pada kejuaran karate pelajar pada tahun 2018 lalu di Belgia.

Karateka muda Indonesia sukses meraih 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Prestasi ini menggiring Indonesia melejit ke peringkat 3 dunia setelah tuan rumah Belgia dan Belanda. Mereka adalah putra putri terbaik hasil seleksi secara berjenjang dari ajang O2SN yang telah kita laksanakan, dan ini sangat membanggakan,” terangnya.

Menurutnya, selama dua belas (12) tahun pelaksanaannya, setidaknya O2SN telah memunculkan ribuan atlit hebat dari 34 provinsi di Indonesia yang dibina dan dilatih untuk mengharumkan Merah Putih di kancah dunia. Bahkan dari ribuan itu, sudah ada yang menunjukan secara nyata kegigihannya dalam menggeluti dunia olahraga.

Ada nama Hanifan Yudani Kusuma, atlit pencak silat peraih medali emas pada ajang Asian Games 2018 ini adalah salah satu alumni O2SN tahun 2015 yang digelar di Makassar.

Kala itu alumni SMA Negeri 20 Bandung, Jawa Barat, meraih medali emas kategori tanding pencak silat putra.

Bukan hanya Hanifan, ada juga Jonatan Christie, pebulutangkis tunggal putra yang masuk 10 besar dunia ini juga merupakan alumni O2SN yang turut mengibarkan Merah Putih di tingkat dunia. Pria dengan sapaan Jojo itu merupakan alumni O2SN tahun 2008 pada bidang bulutangkis dan meraih medali emas kala itu.

Hanifan dan Jojo hanya sekadar contoh. Sederet nama atlit lainnya juga banyak yang dilahirkan dari ajang paling bergengsi O2SN ini.

Kesemuanya tak lepas dari peran Kemendikbud yang secara terus menerus melakukan program yang mendukung pengembangan bakat anak didik mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Dari pembinaan sejak dini inilah yang diyakini bahwa akan lahir atlit-atilt muda Indonesia yang ikut membanggakan Indonesia di mata dunia.

Event akbar pelajar di bidang olahraga ini akan digelar selama enam hari sejak 25 – 31 Agustus 2019. (***)