25 Kg Sabu dan 59 Ton Bawang Gagal Selundup

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, Wadir Resnarkoba Polda Aceh, AKBP Heru Suprihasto, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan dan perwakilan Lanal Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti sabu 25 kilogram dalam konferensi pers dengan awak media di Mapolres Lhokseumawe, Senin (26/8). ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) -Tim Satuan Tugas Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Satgas Patkor Kastima) 25A, berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram dan 59 ton bawang merah.

Barang impor itu dimuat dalam dua Kapal Motor (KM) dari Malaysia berbendera Indonesia, yakni KM Chantika dan KM Alif.

Kedua kapal tersebut disergap Satgas Patkor Kastima 25A dengan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30005 saat betolak ke Perairan Jamboe Aye, Aceh Utara, pada Rabu (21/8) lalu antara pukul 06.00 dan pukul 07.00 WIB.

Tim Satgas Patkor Kastima 25A itu beranggotakan pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kanwi Bea Cukai Aceh, Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan Bea Cukai Lhokseumawe, bersinergi dengan Tim Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe.

“Keberhasilan penangkapan awak kapal bersama muatannya narkotika jenis sabu-sabu 25 kilogram dan 59 ton bawang merah atas informasi masyarakat kepada Satgas Patkor Kastima 25A,” ucap Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, dalam konferensi pers dengan awak media di Mapolres Lhokseumawe, Senin (26/8) sore.

Hadir dalam konferensi pers itu, Wadir Resnarkoba Polda Aceh, AKBP Heru Suprihasto, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan dan perwakilan Lanal Lhokseumawe.

Ia mengatakan, informasi masyarakat telah bertolak dua Kapal Motor (KM) dari Pelabuhan Penang, Malaysia pada Selasa (22/8) pukul 05.00 pagi. Kedua kapal berbendera Indonesia itu diindikasikan memuat barang ilegal tujuan Aceh, Indonesia.

Kemudian tim langsung bergerak cepat dengan melakukan patroli laut dan berhasil menemukan target serta sempat dikejar dan dihentikan kedua kapal tersebut.

“Setelah dihentikan, Kapal Motor Chantika diperiksa pada titik koordinat 05-23-18U/097-49-30T di Perairan Jamboe Aye yang dinakhodai oleh tersangka RK beserta 4 orang ABK. Mereka tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah,”ujarnya.

Namun, sekitar setengah jam kemudian dengan posisi tidak jauh dari titik pertama berhasil menangkap Kapal Motor (KM) Alif yang dinahkodai oleh tersangka SA bersama dua ABK.

Nahkoda kapal juga tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah. Kata dia, dari hasil pemeriksaan terhadap KM Chantika ditemukan bawang merah illegal seberat 38 ton dan KM Alif memuat 21 ton bawang merah dan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 25 bungkus atau 25 kilogram serta tiga kemasan kecil dengan berat 4 gram sabu.

“Barang haram itu ditemukan dalam ruang kamar mesin KM Alif yang disembunyikan dalam tumpukan bawang merah,”ungkapnya.

Lanjut dia, diperkirakan nilai impor bawang merah dalam dua kapal itu seberat 59 ton dengan harga jual Rp 1.560.000.000 dan kerugian negara ditaksir Rp 545.950.000. sedangkan, narkotika jenis sabu-sabu seberat 25 kilo dengan perkiraan senilai Rp 37.500.000.000.

“Jadi jika satu gram sabu biasanya digunakan oleh 10 orang pengguna maka dengan berhasil digagalkan sabu-sabu ini telah menyelematkan generasi penerus bangsa sebanyak 250 ribu orang,”cetusnya.

Untuk barang bukti sabu-sabu bersama tersangka telah diserahkan ke Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Sementara bawang merah ditangani oleh Bea Cukai Lhokseumawe.

Wadir Resnarkoba Polda Aceh, AKBP Heru Suprihasto didampingi Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, mengatakan, empat tersangka yang dihadirkan dalam konferensi pers sore kemarin, yakni berinisial SA (44) warga Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, NK (50) dan N (28) warga Gampong Keude Lapang, Kecamatan Lapang, Aceh Utara serta AI (38) warga Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Barang bukti yang diamankan, selain sabu dan bawang merah, juga 3 buah paspor Republik Indonesia, 1 buah speaker, 3 buah buku pelaut Republik Indonesia, 2 buah dompet berisia uang pecehan ringgit malaysia RM 268 dan 50 rm, 50 rm dan uang indoensia Rp 200 ribu, dua buah hand phone, dua buah buku tabungan BRI. (arm/min)