Jangan Tutup Mata Lihat Kondisi Rumah Tak Layak Huni

RUMAH TAK LAYAK- Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Muhammad Fadli dan pengurus BEM berpose bersama dengan pemilik rumah tak layak huni di Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, kemarin. FOR RAKYAT ACEH.

LHOKSEUMAWE (RA) – Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Malikussaleh (Unimal), merasa prihatin terhadap kondisi rumah warga miskin tidak layak huni. Rumah itu milik Johari Yunus (49) seorang janda miskin di Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Janda itu selama ini menetap bersama dua orang anaknya, yakni satu orang kelas 3 SMP dan satu orang masih kelas 3 SD. Rumahnya beratap daun rumbia yang sudah banyak bocor, berdinding tepas dan berlantai tanah.

“Johari Yunus bersama dua anaknya, jangankan untuk bisa tidur dengan pulas, untuk bisa bertahan dari sinar matahari dan derasnya air hujan saja sudah tidak bisa lagi, karena rumahnya hampir roboh,”ucap Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Muhammad Fadli.

Dirinya bersama pengurus BEM, sengaja turun ke gampong untuk melihat kondisi rumah warga miskin yang tidak layak huni pada Minggu (25/8) kemarin. Akhirnya, ditemukan sebuah rumah milik Johari Yunus di Gampong Paloh Punti tersebut. “Kepada kami, ibu Johari menceritakan selama ini belum mendapatkan bantuan rumah layak huni dari Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseummawe, maupun dari dana desa,”ungkapnya.

Menurut dia, Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dan perdamaian Aceh RI-GAM yang ke 14, ternyata belum dapat dirasakan oleh janda miskin tersebut. “Jangankan untuk membangun rumah layak huni, untuk biaya hidup sehari-hari saja mengalami kesulitan,”cetusnya.

Ia atas nama mahasiswa Fakultas Hukum, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, untuk lebih peduli terhadap nasib rakyatnya yang miskin. “Pemko atau Walikota jangan tutup mata, sekali-kali turun kelapangan melihat kondisi rumah warga miskin tak layak huni,”pinta Muhammad Fadli dalam relisnya kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Apalagi, sambung dia, Suaidi Yahya sudah menjabat sebagai Walikota Lhokseumawe memasuki periode kedua dan berakhir pada 2022 mendatang. Namun, tidak ada perubahan yang signifikan dilakukan oleh Suaidi Yahya. Seperti Walikota Lhokseumawe, jangankan untuk membenahi kota menjadi lebih baik, membantu masyarakat yang kesusahan saja sangat kurang.

“Pak wali kasep neuduk jep kupi bak kede kupi, sigoe-goe neutreun neukalon rakyat yang tengoeh menderita,”pintanya. (arm/msi)